SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Pojok Desa

Kades Klantingsari Tarik Fungsikan Rumahnya Sebagai Kantor Pengurusan Berkas PTSL

 


(SIDOARJOterkini) – Tim Saber Pungli Unit Tipidkor Polresta Sidoarjo berhasil meringkus Kepala Desa Klantingsari Kecamatan Tarik Sidoarjo Wawan Setyo Budi Utomo di rumahnya, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas dugaan Pungutan yang dilakukan terhadap masyarakat pada program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2022.

“Tersangka ditangkap di rumahnya saat melakukan pungutan terhadap empat warga yang melakukan pengurusan PTSL,”ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Kamis 14 Oktober 2021.

Dijelaskan Kapolresta, dalam melakukan praktek Pungli tersebut, Tersangka memfungsikan rumahnya sebagai kantor pengurusan berbagai berkas administrasi yang dibantu oleh AI salah satu staf administrasi Desa Klantingsari, untuk membuat surat kepemilikan bagi warga yang belum punya surat kepemilikan hak untuk pengurusan PTSL.

BACA JUGA :  Pengayuh Sepeda Pancal Terkapar Ditabrak Sepeda Motor di Jalan Desa Sukodani Balongbendo

“Saat dilakukan OTT di rumah tersangka ditemukan uang tunai senilai Rp. 7.250.000 dan Rp. 1.500.000,”ujarnya.

Sejatinya, PTSL Desa Klantingsari dilaksanakan tahun 2022, namun tersangka sudah mulai melancarkan aksi pungutan dari berbagai pengurusan administrasi tahun. 2021. Adapun pungli yang dilakukan tersangka untuk pengurusan PTSL, yakni pembuatan surat keterangan hibah beban biaya yang dikenakan kepada warga, senilai Rp. 350.000. Kemudian ada juga biaya pembuatan surat keterangan waris Rp. 850.000. Serta biaya surat jual beli tanah sebesar 5 persen dari nilai jual beli tanah.

BACA JUGA :  Pengasap Ikan Penatarsewu Manfaatkan CSR Pertagas Untuk Tetap Menggeliat di Tengah Pandemi

“Tersangka mematok harga untuk berbagai pengurusan administrasi dan apabila tidak mau membayar maka tanahnya tidak diikutkan program PTSL,”jelasnya.

Beberapa barang bukti yang berhasil disita diantaranya beberapa unit laptop, printer, Handphone, uang di tabungan atas nama AI senilai Rp. 60.000.000 serta beberapa berkas dokumen.

BACA JUGA :  Pemkab Sidoarjo dan Bea Cukai Gelar Sosialisasi Cukai Untuk Tekan Peredaran Rokok Ilegal

“Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan maksimal 20 tahun,”tandasnya.

Sementara itu Tersangka Wawan kepada Kapolresta Sidoarjo menyatakan perbuatan pungli yang dilakukannya karena dirinya tidak paham dengan regulasi atau aturan pada pelaksanaan program PTSL.

“Saya tidak paham dengan regulasi PTSL,”singkatnya.(cles)