SIDOARJO TERKINI
Gaya Hidup & Romantika Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan Politik & Pemerintahan

Jemaat GPdI Elohim Sidoarjo Beribadah dengan Aturan Protokol Kesehatan

 

 

KHIDMAT: Para jemaat GPdI Elohim beribadah dengan aturan jaga jarak.

(SIDOARJOterkini) – Pelaksanaan ibadah di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Elohim Sidoarjo berlangsung khidmat, Minggu 4 Oktober 2020. Para jemaat yang datang sejak pagi terlihat khusuk mengikuti ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Franklin Lumoindong.

Sejak pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah dilakukan secara online. Baru mulai kemarin, ibadah dilakukan secara tatap muka di gereja yang berada di Jalan Kombes Pol M Duryat itu.

Pelaksanaan ibadah pun tentu dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. “Kami ingin menjalankan ibadah lagi di gereja dengan khusuk. Namun, tetap mengutamakan kesehatan jemaat dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat,” kata Franklin.

BACA JUGA :  Maling Motor Apes, Tertangkap dan Dimassa di Desa Tarik

Sejumlah aturan harus ditaati oleh jemaat. Misalnya, harus sudah memakai masker dan face shield saat keluar dari kendaraan menuju ke gereja. Mereka juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disiapkan.

“Kami juga sudah siapkan pemeriksaan suhu tubuh untuk mengecek kondisi jemaat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil Tulangan Dampingi Tim BPCB Jatim Lakukan Ekskavasi Bangunan Candi Mantingan

Franklin mengungkapkan, petugas juga akan memeriksa bukti pendaftaran jemaat. Baik itu yang sudah dilakukan secara online maupun offline. Setelah mendapatkan nomor urut kursi, petugas akan mengarahkan tempat duduk saat berada di dalam gereja.

“Kita batasi jumlah tempat duduk 100 kursi dengan aturan jaga jarak. Jumlah total jemaat yang datang 67 orang,” ucapnya.

Saat berkotbah pun, kata Franklin juga dibatasi durasinya. Hanya sekitar 1 jam. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan ibadah tetap khidmat tanpa mengesampingkan protokol kesehatan.

BACA JUGA :  Wabup Subandi Jenguk Balita Tanpa Anus dan Pengidap Down Syndrome di Wilayut Sukodono

Usai ibadah pun, jemaat juga diatur oleh petugas untuk keluar secara bergiliran. Tujuannya mencegah kerumunan.

“Kami berharap di tengah pandemi Covid-19, jemaat menaati aturan protokol kesehatan yang ketat. Baik itu saat beribadah maupun melakukan aktivitas di luar rumah,” pesannya. (st18/cles)