SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Istri Wabup Sosialisasikan Perlindungan Anak di Sekolah

image

Istri Bupati Sidoarjo Hj Nanik Hadi Sutjipto saat mensosialisasikan perlindungan anak.

(SIDOARJOterkini)- Ratusan siswa-siswi SMP maupun SMA sederajat pendapat pengetahuan bagaimana melindungi dirinya terhadap bahaya di
sekitarnya, Selasa (12/5/2015).
Sosialisasikan Perlindungan Anak diberikan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo di pendopo Delta Wibawa. Sosialisasi
tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi isu terjadinya
pelanggaran hak anak maupun kekerasan terhadap anak serta perdagangan
anak.

Sosialisasi yang juga mengundang ibu-ibu Tim Penggerak PKK kecamatan
tadi pagi di buka oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj
Nanik Hadi Sutjipto. Nara sumber dari Polres Sidoarjo dihadirkan untuk
memberikan pemahaman tentang peranan Polri terhadap perlindungan anak
dan perempuan korban kekerasan.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Sidoarjo : Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri dan Swasta Setara

Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto
mengatakan kemajuan teknologi dapat membawa dampak yang negatif
terhadap anak. Salah satunya pemakaian internet yang disalahgunakan.
Banyak kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak berawal dari
jejaring sosial. Untuk itu para pelajar yang hadir dihimbau untuk
mewaspadainya.

Para pelajar diminta Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto  untuk dapat
memanfaatkan internet untuk kegiatan positif. Agar mereka tidak
terjerembab oleh hal-hal negatif dari pemakaian internet. Anak-anak
sekolah diminta membentengi diri dengan iman dan taqwa. Agar anak-anak
sebagai generasi penerus bangsa tidak mudah terbawa arus globalisasi.

BACA JUGA :  Begal Bacok Warga Tulangan Dengan Pedang di Pagerwojo Buduran, Motor Korban Digondol

Istri dari Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM tersebut
juga menghimbau kepada guru pendamping yang hadir untuk mewaspadai
kekerasan terhadap anak didiknya. Perhatian guru terhadap tingkah laku
muridnya sangat dibutuhkan demi mencegah terjadinya kekerasan di
sekolah.

Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres
Sidoarjo Aiptu Murjiani sebagai narasumber mengatakan kasus kekerasan
terhadap perempuan dan anak di Sidoarjo terbilang banyak. Di tahun
2014 lalu telah tercatat 32 kasus kekerasan terhadap anak yang
terjadi. Kasus persetubuhan mendominasi  kekerasan yang terjadi
terhadap anak-anak. Kemudian disusul oleh kasus pencabulan.

Sedangkan kekerasan pada perempuan di dominasi pada kasus penipuan.
Ada 83 kasus yang menimpa perempuan sepanjang tahun 2014. Kekerasan
Dalam Rumah Tangga (KDRT) di tahun 2014 juga cukup banyak. Ada 24
kasus KDRT yang menimpa perempuan di Kabupaten  Sidoarjo.

BACA JUGA :  Kades Suko Sukodono Resmi Ditetapkan Tersangka Pungli PTSL Oleh Kejari Sidoarjo

Aiptu Murjiani mengatakan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya
kekerasan. Kekerasan seksual yang terjadi pada anak banyak disebabkan
oleh tayangan pornografi melalui internet. Pelaku kekerasan itu
sendiri ujarnya kebanyakan dilakukan oleh orang dekat. Untuk itu ia
menghimbau kepada peserta sosialisasi untuk dapat menjaga diri dan
menjauhi hal-hal yang negatif. (st-12/humas pemkab sda)