SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Ironis, Sampah Di Sungai Malah Dibuang ke Laut

Enceng gondok dan sampah di abour buduran digelontor ke laut
Enceng gondok dan sampah di abour buduran digelontor ke laut

(SIDOARJOterkini)-Dinas PU Pengairan Sidoarjo tampaknya tak mau bersusah payah dalam membersihkan enceng gondok dan sampah yang memenuhi sungai. Buktinya, enceng gondok dan sampah yang memenuhi avour Sungai Buduran, hanya digelontor ke laut.

Padahal, sampah-sampah yang hanyut ke laut lambat laun akan menyebabkan pendangkalan dan mencemari laut. Harusnya, dinas terkait mengangkat sampah yang memenuhi sungai ke darat agar tidak menyebabkan pendangkalan.

Untuk membersihkan avour Sungai Buduran yang dipenuhi sampah, Dinas PU Pengairan mengerahkan beberapa petugas. Mereka menggunakan alat seadanya, seperti jangkar, sabit dan lainnya mengurai enceng gondok yang ada di sungai.

BACA JUGA :  Mobil Grand Livina Pilih Kabur Usai Tertabrak KA Wijaya Kusuma di JPL 64 Katerungan Krian

Ironisnya, enceng gondok dan sampah rumah tangga itu hanya dialirkan ke laut dan tidak diangkat ke daratan. “Kalau tidak diangkat ke darat dan digelontor ke laut kan sama saja mengalihkan sampah dari sungai ke laut,” ujar salah satu warga.

Harusnya, Dinas PU Pengairan menggunakan alat berat dan mengangkat sampah itu ke darat. Selanjutnya, sampah-sampah itu dibawa ke tempat penampungan sampah, tidak malah sebaliknya dihanyutkan ke laut.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil Tulangan Dampingi Tim BPCB Jatim Lakukan Ekskavasi Bangunan Candi Mantingan

Sunyono, koordinator lapangan dari Dinas PU Pengairan mengatakan kalau hanya enceng gondok yang memenuhi sungai, biasanya dilakukan penyemprotan dan lansung mengering. Namun, sampah yang memenuhi avour Sungai Buduran itu bukan hanya enceng gondok, melainkan kebanyakan sampah rumah tangga.

Karena bercampur sampah rumah tangga, maka sampah yang memenuni avour Sungai Buduran langsung dialirkan ke laut. “Kalau hanya enceng gondok saja kita semprot sudah mati. Ini kan bercampur sampah rumah tangga dan lainnya,” tandas Sunyono.

BACA JUGA :  Wabup Sidoarjo Buka PKD dan Diklatsar GP Ansor Kecamatan Prambon

Saat ini, sampah yang mencemari sungai sudan mencapai 40 persen. Hal inilah yang membuat petugas kesulitan membersihkan sungai. Bertambah banyaknya sampah di sungai, dikarenakan kurang sadarnya warga dalam membuang sampah.

Selama ini, Dinas PU Pengairan langsung menangani sampah yang mencemari sungai.Namun, tak lama kemudian, sungai-sungai yang kebanyakan dekat pemukiman penduduk dipenuhi sampah lagi. Tentu saja kondisi seperti itu membuat petugas kewalahan dalam menangani sampah di sungai. (st-13)

Berita Terkait

Buang Sampah ke Laut, Bupati Tegur Kadis Pengairan

Pembuang Sampah Sembarangan Dijerat Tipiring

Lahan 16 Hektar Untuk Sanitary Landfill Mangkrak

redaksi sidoarjo terkini