SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Inilah Kronologis Aksi Heroik Polisi di Sidoarjo Lawan Begal, Tangannya Nyaris Putus, Begal Akhirnya Tewas

Jenazah pelaku yang diduga kuat komplotan begal dan akan beraksi di Perum KNV Sidoarjo
Jenazah pelaku yang diduga kuat komplotan begal dan akan beraksi di Perum KNV Sidoarjo

(SIDOARJOterkini)- Ari Sandi (25), warga asal Kabupaten Nganjuk
yang mengontrak di kawasan Kelurahan Gunung Anyar Kecamatan Rungkut
Kota Surabaya, tewas dengan kondisi mengenaskan. Dia diduga komplotan begal yang akan beraksi di Perum Kahuripan Nirwana Village (KNV), Sidoarjo, Senin (20-96-2016) malam.

Kepalanya pecah, dan sekujur tubuhnya memar dan luka-luka. Dalam kejadian sekitar pukul 22.45 WIB itu juga mengakibatkan tangan kiri Bripka Dwi Priyo Sudomo, warga
setempat, nyaris putus setelah ditebas parang oleh pelaku.

Peristiwa bermula saat malam itu Ari Sandi bersama lima rekannya
berboncengan tiga sepeda motor, masuk ke Perum KNV, di blok
AA. Kedatangan mereka diawasi ketat oleh warga setempat.

BACA JUGA :  Sopir Mengantuk, Truk Tabrak Tiang Listrik hingga Terguling di Jalan Trosobo Taman

Warga berjaga-jaga karena selama ini perumahan itu memang sering terjadi pencurian. “Yang paling sering hilang adalah motor dan burung,” ujar Chamim.

Beberapa hari lalu, ada warga
yang tahu kalau komplotan itu juga berkeliaran di blok ini. Setelah mengamati beberapa lama, warga pun menduga kuat, komplotan
Ari Sandi Cs saat itu tengah menggambar atau mencari sasaran.

Saat komplotan ini berada di dalam lingkungan perumahan, beberapa warga
langsung menutup pintu portal agar mereka tak bisa keluar. Dwi Priyo Sudomo, warga setempat yang merupakan anggota polisi berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) mendekati pelaku.

BACA JUGA :  Panen Perdana Pisang Cavendish, Sahabat Petani Bakalan Wringinpitu Gelar Syukuran

Polisi yang berdinas di Pengaman Obyek Vital (Pam Obvit) Polda Jatim itu berusaha menanyai Ari Sandi. “Tapi waktu saya tanya, malah menyerang saya dengan parang,” ujar Bripka Dwi.

Dari tiga kali sabetan parang, dua kali ke arah kepala Bripka Dwi, dan satu kali ke arah perut. Bahkan, tangan kiri Bripka Dwi nyaris putus, usai dipakai
menangkis sabetan pertama.

Bripka Dwi yang saat itu masih mengenakan sarung akhirnya terjatuh. Namun, Dwi tak mau menyerah meski sudah sangat
terdesak.

BACA JUGA :  Ajak UKM Bangkit dari Pandemi, Alfamart dan Nestlé Gelar Festival UKM Sabang-Merauke

Dia bahkan langsung melompat dan berusaha mencekik pelaku yang akan mencoba kabur. Cekikan bahkan dilakukan dengan tangan kirinya yang nyaris putus.

Melihat nyawa Bripka Dwi,
terancam. Tanpa dikomando, puluhan warga pun langsung
menyerbu Ari Sandi.

Ada warga juga diduga sempat
membawa sebuah cangkul dihantamkan ke kepala penjahat sadis dan membuatnya tewas di lokasi kejadian.

Melihat temannya terkapar, lima teman pelaku lainnya berhasil kabur. Tapi salah satu motor pelaku, yaitu motor Honda Scoopy Nopol W 4257 AI ditinggal di lokasi.(alf/st-12)