SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Pojok Desa

Hanya Karena Pakai Kaos Silat, Siswa SLB Dihajar Empat Orang di Kedungturi Taman

 

(SIDOARJOterkini) – Penganiayaan menimpa DI (17) warga Taman Sidoarjo pelajar SLB Negeri di Sidoarjo yang dilakukan oleh empat orang tak dikenal Ironisnya penganiayaan terjadi hanya karena korban mengenakan kaos yang bergambar salah satu perguruan silat.

Penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (24/11) lalu. Siswa SLB naas tersebut awalnya dihampiri empat orang yang tidak dikenalnya dan diajak ke persawahan di kawasan Desa Kedungturi Kecamatan Taman. Di tempat tersebut korban diajar hingga babak belur pada bagian wajah dan tubuhnya.

Tanti (43) Salah satu kerabat korban menyatakan, kalau kaos yang dikenakan korban saat itu miliknya yang dibelinya melalui online.

BACA JUGA :  Warga Kampung Tangguh Dusun Semampir Krian Gelar Upacara HUT Kemerdekaan di Punden Leluhur

“Korban itu tidak ikut silat, dan kaos yang dipakai itu dibelinya dari online,”ungkapnya, 30 November 2021.

Ditambahkannya, korban merupakan anak berkebutuhan khusus, dan tidak ikut dalam satu perguruan silat apapun.

BACA JUGA :  Peringati HUT RI ke 77, Satgas TMMD Sidoarjo Bersama Warga Gelar Doa Bersama dan Tasyakuran

“Berkebutuhan khusus, jadi mana mungkin korban bisa silat,”tegasnya.

Usai dianiaya oleh empat orang tersebut, korban yang babak belur pulang diantar oleh seorang cleaning service. Mendapati kondisi anaknya yang babak belur orang tua korban tidak terima dan melaporkan ke Polresta Sidoarjo.

Tanti menambahkan, selepas kejadian itu pihak keluarga dari sebagian pelaku juga sempat mampir ke rumah. untuk meminta maaf atas kejadian tersebut.

BACA JUGA :  Pelatihan Pembuatan Kue Hiasi Program TMMD ke 114 Kodim 0816/Sidoarjo

“Tapi yang pelaku utama atau yang mukuli belum ke rumah,” tambahnya.

Dirinya berharap kasus tersebut bisa tuntas. Tanti juga kasihan terhadap kondisi keponakannya itu.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja belum bisa memberikan keterangan banyak terkair hal tersebut.

“Saya koordinasikan dulu,” singkatnya.(cles)