SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Diskoperindag Dinilai Gagal

wpid-1440630435995.jpg

(SIDOARJOterkini)- Kinerja Dinas Kooperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) dan ESDM Sidoarjo disorot. Habiskan anggaran miliaran rupiah untuk pameran, namun tidak ada hasil yang jelas.

Bahkan, dinas tersebut dinilai hanya menghambur-hamburkan anggaran untuk kegiatan yang tidak jelas. “Diskoperindag mengadakan beberapa pameran tapi tidak ada hasilnya,” ujar juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo, H. Sudjalil.

Menurut Sudjalil, Diskoperindag seringkali mengadakan berbagai pameran dalam rangka memasarkan berbagai produk – produk Kabupaten Sidoarjo. Akan tetapi Fraksi kami juga menyesalkan bahwa tidak ada output serta input yang jelas.

Selama ini, Diskoperindag sering mengikuti pameran di luar Sidoarjo. “Kami melihatnya ya sekedar ikut pameran. Setelah pameran ya sudah tidak ada tindaklanjutnya,” jelas Sudjalil yang juga sekretaris Komisi B (perekonomian) tersebut.

Tidak ada kenaikan signifikan atas produk-produk asli Sidoarjo. Baik produk home industri maupun perusahaan skala menengah keatas.

BACA JUGA :  Petani Desa Randegan Gelar Keleman Ungkap Syukur Masuki Masa Tanam

Anggaran untuk pameran dan kegiatan promosi lain yang dianggarkan Diskoperindag dalam setahun cukup besar. Ada anggaran untuk promosi di media massa senilai Rp 1 miliar. Kemudian ada anggaran untuk promosi, bintek dan pameran lainnya yang juga diatas Rp 1 miliar.

Sudjalil menandaskan, jika anggaran untuk promosi dan pameran dianggarkan tiap tahun. Programnya hampir sama dan tidak ada gebrakan agar produk-produk asli Sidoarjo bisa lebih dikenal. “Kalau sekedar menghabiskan anggaran dan tidak ada input dan output, apa kerjanya Disperindag.

BACA JUGA :  Tekan Penyebaran Covid-19, Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Wilayah Tanggulangin

Diskoperindag hanya menjalankan program rutin tiap tahunan. Tidak ada evaluasi, apa yang dicapai dalam beberapa tahun terakhir dari kegiatan pameran maupun promosi lainnya. “Kalau sekedar ikut pameran itu sama saja menghambur-hamburkan anggaran saja,” tambah Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tarkit Erdianto.

Temuan dari Fraksi PDI Perjuangan ini disampaikan dalam pandangan umum fraksi atas RAPBD 2016. “Besok (hari ini,red) ada jawaban bupati atas pandangan umum fraksi. Kami berharap ada jawaban yang jelas,” pinta Tarkit.

Kepala Diskoperindag dan ESDM Feny Apridawaty mengakui jika pihaknya mengalokasikan anggaran untuk promosi dan pameran. Namun, dia enggan kalau dikatakan apa yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

BACA JUGA :  Pemotor Patah Tangan, Usai Motor Yang Dikendarainya Diserempet Truk di Jalan Sidorejo Krian

Selama setahun ini, pihaknya mengadakan sebanyak 14 kali pameran. Selama beberapa tahun promosi dan pameran, banyak produk UKM Sidoarjo yang terkenal di luar daerah. “Bahkan ada yang ekspor ke luar negeri,” jelas Feny.

Pihaknya mengajak UKM pameran agar hasil kerajinannya bisa dikenal di luar Sidoarjo. “Seperti UKM tas dari kulit dan kerajinan lainnya asal Sidoarjo cukup terkenal di luar Sidoarjo. Demikian pula dengan usaha rokok juga bisa menembus sampai Batam,” ujarnya.

Feny menjelaskan bukan berarti pameran sekarang produk Sidoarjo langsung dikenal. Namun, butuh proses dan berkelanjutan. (st-12)