SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Guru Cantik Disiram Air Keras Oleh Dua Pria Saat Melintas di Jalan Raya Balongbendo

Korban penyiraman air keras dipapah petugas di Mapolsek Balongbendo
Korban penyiraman air keras dipapah petugas di Mapolsek Balongbendo

(BALONGBENDOterkini)- Nur Faizah, guru salah satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di wilayah Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Balongbendo, Senin (23-5-2016) siang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah, tubuh hingga kaki.

Informasi yang diperoleh, korban saat itu sedang dibonceng oleh rekan sesama guru menggunakan sepeda motor usai mengajar di PAUD. Dari arah belakang, ternyata keduanya telah dibuntuti oleh 2 orang lelaki tak dikenal. Tiba-tiba, kedua lelaki tersebut menyalip Nur dan rekannya dari arah kiri dan langsung menyiramkan air keras ke arah wajah Nur. Beruntung korban sempat menghindar sehingga tidak semua wajahnya terkena siraman air keras.

BACA JUGA :  Dandim 0816/Sidoarjo Imbau Kesadaran Anggota Militer dan PNS Dalam Mengamankan Wilayah

Siraman air keras dari pelaku juga mengenai rekan korban, Siti Qoiriyah. Namun lukanya tidak begitu parah lantaran hanya mengenai pungung dan terlindung baju. “Saya sempat curiga ada pengendara sepeda motor yang membuntuti. Pas mereka (pelaku,red) menyalip dari sebelah kiri, mereka kemudian mengambil barang dari saku, dan menyiramkannya,” terang Siti Qoiriyah.

BACA JUGA :  Jasad Bapak Anak yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman Berhasil Ditemukan

apolsek Balongbendo, Kompol Sutriswoko mengatakan pihaknya sudah memintai keterangan korban dan sejumlah pihak. Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ucapnya.

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Pencarian Bapak dan Balitanya yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman

Sutriswoko menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada dugaannya, peristiwa penyiraman ini bermotif asmara. Apalagi, tidak ada barang milik korban yang hilang.

Selain itu kadar air keras yang disiramkan juga tidak terlalu tinggi. Jika kadar air keras tinggi, maka akan melukai korban lebih parah lagi. “Kita masih mengusut kasus ini,” pungkas Sutriswoko. (alf)