SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Pendidikan & Kesehatan Politik & Pemerintahan

GP Ansor Sidoarjo Siap Pasang Badan Bela Guru SMK Kosgoro 1 Balongbendo yang Terdholimi

 

H. Rizza Ali faizin Ketua PC GP Ansor Sidoarjo

(SIDOARJOTERKINI) – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Sidoarjo angkat bicara terkait kasus Mujib Edikara (50) guru SMK Kosgoro 1 Balongbendo yang di tuduh melakukan pencurian dan penggelapan bodi mobil corona tahun 1976.

H. Rizza Ali faizin Ketua PC GP Ansor Sidoarjo mengatakan bahwa kasus yang menimpa Mujib Edikara tidak sesuai dengan yang di perkarakan. Karena penjualan bodi mobil tersebut atas dasar hasil rapat guru dan kepala sekolah.

“Pak Mujib adalah Guru yang terdholimi, makanya kami (Ansor) siap pasang badan,” Kata H. Rizza Ali Faizin Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, saat dikonfirmasi SIDOARJOterkini.com, Jumat 12 Maret 2021

Selain itu, Menurut Kaji Reza kasus tersebut tidak layak untuk dilanjutkan, sebab sudah banyak kecacatan dan tidak sesuai dengan apa yang telah diperkarakan.

“Kalau kasus ini masih dilanjutkan, saya rasa sudah banyak ke cacatan dan tidak sesuai dengan apa yang telah diperkarakan,” Ujar Anggota DPRD Sidoarjo itu.

BACA JUGA :  Wabup Sidoarjo Resmikan Perpustakaan Ramah Anak “Ceria” SDN Ngingas Waru

Kaji Reza menegaskan, dengan adanya kasus ini, PC GP Ansor Sidoarjo tidak akan tinggal diam. Ansor akan mendampingi dan menggerakan kader Ansor untuk membela guru yang tidak bersalah.

“Pak Mujib ini menjual Bodi Mobil tersebut atas kesepakatan guru dan kepala sekolah, dan uangnya juga diserahkan ke pihak sekolah. Kenapa malah dituduh mencuri ?,” ujar Kaji Reza

Kronologi Perkara

Berdasarkan penyampaian Tim Penasehat Hukum terdakwa Priyo Oetomo usai sidang eksepsi atas dakwaan penuntut umum di PN Sidoarjo, (15/02). Menjelaskan awal mula adanya mobil Corona tahun 1976 itu berasal dari pelapor untuk praktek murid SMK Kosgoro 1 Balongbendo. Mobil tersebut diserahkan kepada Fifa Musmulyati, Kepala Sekolah periode 2014-2019, yang merupakan istri pelapor Suwandi saat itu. untuk kepentingan praktek siswa SMK Kosgoro 1 Balongbendo.

BACA JUGA :  Tabrakan Motor dan Mobil di Bypass Balongbendo, 2 Gadis Kembar Alami Luka Serius

“Kondisi mobil saat diserahkan tidak bisa berjalan. Bahkan, pihak sekolah menggeluarkan uang Rp 500 ribu untuk menderek mobil tersebut ke sekolahan,” jelasnya.

Kemudian dari hasil rapat pada September 2018 silam menyepakati jika bodi mobil Corona yang sudah intevarisir sekolah pada 2016 tersebut tidak ada sisi yang dapat digunakan siswa untuk praktek.

“Sehingga, hasil rapat menyepakati bodi mobil tersebut dijual. Itu ada semua kesepakatan rapat, ada semua bukti notulensinya. Lalu terdakwa hanya diperintah untuk mencarikan pembeli,” jelas pengacara PGRI itu.

Setelah dapat pembeli, lanjut Priyo, negoisasi harga bodi mobil tersebut langsung dengan pihak sekolah. Uang hasil penjualan tersebut juga masuk ke bendahara sekolah.

“Apakah perintah kepada terdakwa untuk mencarikan pembeli sudah ada niat menggelapkan atau mencuri,” jelas dia mempertanyakan.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Lakukan Pendampingan Pembagian BLT-DD Sawocangkring

Meski demikian, Priyo menyayangkan persoalan ini hingga ke ranah hukum. Apalagi, mobil yang telah disepakati diserahkan ke sekolah itu sudah masuk invetarisir sekolah.

“Terdakwa ini hanyalah menjalankan perintah. Ia tidak mencuri ataupun menggelapkan bodi mobil tersebut sesuai yang didakwaan itu,” ungkapnya.

Sementara, Suwandi mengaku jika dirinya tidak pernah menghibahkan mobil tersebut. Ia mengklaim hanya meminjamkan untuk kepentingan murid siswa SMK Kosgoro 1 Balongbendo.

“Saya hanya pinjamkan saja untuk kepentingan praktek siswa. Saat itu memang waktu penyerahan yang jadi Kepala Sekolah SMK Kosgoro Balongbendo memang istri saya,” aku pria yang juga mantan Kepsek SMK Kosgoro 1 Balongbendo priode 2010-2014 itu.

Suwandi mengaku menyayangkan adanya bodi mobil yang dijual itu, sehingga melaporkan kasus tersebut. “Semua surat-surat mobil masih nama saya,” aku pelapor yang ternyata masih tetangga dengan terdakwa Mujib itu.(pung/cles)