SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pojok Desa Politik & Pemerintahan

Camat Wonoayu Sebut Perbaikan Jalan Raya Becirongengor Bukan Tanggung Jawabnya

 

(SIDOARJOterkini) – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sidoarjo banyak yang berlubang dan digenangi air. Sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan.

Dalam satu bulan terakhir, masyarakat Kota Delta memanfaatkan media sosial untuk melampiaskan kekesalannya akibat jalan rusak. Senin 08 Februari 2021.

Bahkan, Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan program PIWK (pagu indikatif wilayah kecamatan) untuk pemeliharaan jalan dan saluran atau afvour.

Misalnya di Jalan Raya Becirongengor yang melintas di Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu, selain jalannya banyak berlubang, juga terjadi genangan air yang dapat membahayakan para pengendara.

Camat Wonoayu, Gundari menuturkan jalan raya becirongengor itu tidak dapat diperbaiki melalui anggaran Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Pihaknya berdalih jalan tersebut butuh peningkatan, bukan pemiliharaan.

BACA JUGA :  Dinilai Memberatkan Masyarakat, Ketua MTI Jatim Minta Penurunan Tarif Tol Surabaya-gempol

“Itu bukan tanggung jawab kami, anggaran PIWK tidak dapat digunakan untuk peningkatan jalan, hanya boleh untuk pemiliharaan,” Katanya saat dikonfirmasi.

Ia berpendapat, kerusakan jalan tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air PU-BMSDA) Kabupaten Sidoarjo.

BACA JUGA :  Imbas Penghapusan Santunan Korban Covid-19, Dinsos dan Dewan Masih Mengkaji Skema Pemberian Bantuan

“Itu kewenangan dinas PU, Mas. Karena disitu butuh peningkatan,” ujarnya.

Pandangan Banggar DPRD Sidoarjo soal PIWK

Dhamroni Chudlori anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo mengatakan, sampai saat ini, pihaknya masih belum mengetahui petunjuk pelaksanaan dan teknis dari penggunaan PIWK.

“Sampai sekarang saya masih belum tahu bagaimana mekanisme penentuan besaran anggaran untuk tiap kecamatan itu,” tukasnya.

Dan lagi, sampai saat ini dana tersebut juga belum diterima pihak kecamatan. Sementara kondisi di lapangan, kualitas dan kuantitas jalan berlubang di seluruh wilayah kabupaten Sidoarjo semakin meningkat dan belum tertangani.

BACA JUGA :  Pencuri Sepeda Angin di Tempel Krian Tertangkap dan Nyaris Dimassa

Ia juga mengingatkan dalam pelaksanaannya nanti itu, tupoksinya dengan Dinas PUBMSDA harus jelas, agar tidak sampai tumpang tindih.

Meski begitu ia belum mau memberikan koreksi terhadap program yang dibiayai dengan dana APBD Sidoarjo 2021 sebesar Rp 38 Miliar tersebut. “Biar jalan saja dulu, nanti baru akan kami evaluasi,” pungkas legislator PKB tersebut (pung/cles).