SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Bupati Subandi Dorong Digitalisasi Parkir untuk Dongkrak PAD Sidoarjo

 

SIDOARJOterkini – Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus mengoptimalkan potensi sumber-sumber pendapatan daerah guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul capaian positif PAD Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 yang berhasil melampaui target. Dari target sebesar Rp2,691 triliun, realisasi PAD mencapai Rp2,721 triliun.

“Keberhasilan ini patut kita syukuri, namun harus terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang ada,” ujar Bupati Subandi saat rapat rutin coffee morning di Kantor Setda Sidoarjo, Senin (5/1/2026).

BACA JUGA :  Diduga Cabuli Anak SD, Kakek di Medalem Tulangan Diamankan Polisi, Nyaris Dimassa

Selain pajak daerah, Subandi menyoroti sektor retribusi daerah yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk dimaksimalkan. Salah satunya retribusi parkir yang kini dikelola langsung oleh Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan (Dishub).

Ia menilai, pendapatan dari retribusi parkir belum tergarap optimal. Karena itu, Subandi meminta Dishub melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mendorong penerapan sistem pembayaran parkir secara digital.

“Pendapatan parkir masih belum maksimal. Mohon terus ditingkatkan. Saya minta pengelolaannya dikoreksi, jangan lagi manual. Kita dorong pembayaran parkir secara digital agar pendapatan retribusi bisa lebih optimal,” tegasnya.

BACA JUGA :  136 Personel Polresta Sidoarjo Naik Pangkat, Kapolresta Tekankan Profesionalisme

Menurut Subandi, digitalisasi parkir dengan sistem pembayaran non-tunai diyakini dapat meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan daerah. Pembayaran parkir ke depan diharapkan dilakukan melalui sistem daring atau online.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki menyatakan pihaknya tengah menyiapkan penerapan pembayaran parkir berbasis digital melalui QRIS.

“Saat ini kami sedang menyiapkan sistem pembayaran elektronik menggunakan QRIS,” kata Budi Basuki.

Ia menjelaskan, penerapan sistem non-tunai ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi parkir. Dengan sistem tersebut, Dishub optimistis target retribusi parkir tahun 2026 sebesar Rp13,5 miliar dapat tercapai.

BACA JUGA :  Babinsa Gedangan Dampingi Pembangunan Gedung MBG di Desa Sruni

“Mulai tahun ini pengelolaan parkir sudah sepenuhnya di Dishub. Mudah-mudahan target retribusi parkir bisa tercapai,” ujarnya.

Budi menambahkan, sejak 1 Januari 2026, Dishub Sidoarjo resmi mengambil alih pengelolaan parkir. Pemungutan retribusi parkir telah berjalan sejak Kamis lalu dengan menggandeng sekitar 200 juru parkir sebagai mitra di lebih dari 200 titik parkir.

“Untuk penerimaan awal, pada Kamis kemarin retribusi parkir yang terkumpul sudah kami setorkan ke rekening bendahara penerimaan Dishub sebesar Rp25.212.000 pada Jumat (2/1),” pungkasnya.(cles)