SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan Politik & Pemerintahan

Bupati Sidoarjo Tinjau Pelaksanaan PTM di MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo

 

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat berbincang dengan salah siswa MI Muslimat NU Pucang (Ft Boy ST)

(SIDOARJOterkini) – Masing-masing instansi sekolah harus tetap mengikuti ketentuan pemerintah saat menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali saat meninjau pelaksanaan PTM di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul ulama (MINU) Kelurahan Pucang Sidoarjo, Jumat 27 Agustus 2021.

Dijelaskan Bupati Sidoarjo, melalui Inmendagri No 35 tahun 2021, serta hasil rapat dengar pendapat antara Mendikbud dengan DPR RI yang menyebutkan daerah dengan status PPKM level 1-3 diperkenankan untuk menggelar PTM.

“Dan Kabupaten Sidoarjo telah masuk dalam zona oranye dengan status PPKM level 3, artinya PTM sudah diperkenankan digelar, tapi harus sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah,”ungkap Bupati Sidoarjo yang karib dipanggil Gus Muhdlor itu.

BACA JUGA :  Akhir Pekan, Polresta Sidoarjo Hadirkan Vaksinasi Covid-19 Jemput Bola

Gus Muhdlor menyatakan, pihaknya datang ke Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul ulama (MINU) untuk memastikan pelaksanaan PTM berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Termasuk kapasitas siswa yang masuk melebihi atau tidak. Saya melihat semua berjalan dengan baik dan lancar,”ujarnya.

Meski demikian, Gus Muhdlor juga mengimbau agar masing-masing instansi sekolah harus melihat perkembangan dan bersiap-siap jika nantinya ada edaran lagi untuk pembelajaran daring.

“Jadi kalau ada intruksi untuk kembali Daring ya harus segera diikuti,”ucap Cus Muhdlor.

Dirinya meminta kepada pihak sekolah apabila ada orang tua wali yang masih khawatir dan menginginkan anaknya untuk tetap Daring, pihak sekolah harus memfasilitasi pembelajaran dengan sistem daring.

Sementara itu Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muslimat NU Pucang, Dr. M. Hamim Tohari, M.Pd, menuturkan sesuai edaran Bupati tgl 24 agustus 2021, proses PTM sudah bisa dimulai dan kita awali dengan siswa kelas 1.

BACA JUGA :  Sukses Bangun Kampung Tangguh, Dusun Semampir Krian Bersiap Dirikan Kampung Pesilat

“Pada dasarnya kelas 1 adaptasi dengan sekolah, teman dan gurunya, Kasihan pengalaman empiris kelas 1 hampir tidak pernah bertemu gurunya di Madarasah,” ucap Hamim Tohari.

Kemudian pada Minggu depan MINU Pucang akan memulai PTM kelas 1,2 dan 3 dengan kapasitas 50%. Untuk minggu berikutnya setelah evaluasi asesmen holistik baru kelas 1-6 dengan tetap kapasitas 50% dan protokol kesehatan dipatuhi.

Dari 12 kelas satu yang menginginkan pendampingan belajar tatap muka, hanya 1 kelas. Artinya mayoritas para wali murid setuju anaknya mulai sekolah lagi.

BACA JUGA :  Masyarakat Sidoarjo Yang Belum Mendapatkan Bansos Segera Lapor

“Karena ada titik jenuh dari para wali murid, kasihan di rumah para wali murid mengaku kesulitan mengikuti materi di MINU Pucang. Kenapa karena materi mulai Hadist, Fiqih dan Aqidah menggunakan bahasa inggris,” Ungkapnya.

Masih dikatakan oleh Hamim Tohari pihaknya tidak pernah memaksa kepada wali murid untuk anaknya masuk sekolah. Bagi wali murid yang tidak bersedia anaknya masuk sekolah, pihaknya fasilitasi dengan daring.

Untuk durasi masuk sekolah, masuk pukul 07.00 wib pulang 11.00 wib, yang masuk pukul 08.00 wib pulang pukul 12.00 WIB. Ada perbedaan jam masuk dan pulang agar tidak terjadi krodit ketika mengantar dan menjemput peserta didik.(st-12/cles)