SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Biayai Frontage Road, JLT dan JLB, Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Ajukan Dana Pinjaman ke PT SMI

Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, Kadis PU Bina Marga Sigit Setiawan menerima perwakilan Bank Dunia dan PT SMI
Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, Kadis PU Bina Marga Sigit Setiawan menerima perwakilan Bank Dunia dan PT SMI

(SIDOARJOterkini)-Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, Dinas PU Bina Marga Sidoarjo sudah mengajukan dana pembiayaan infrastruktur kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). PT SMI merupakan perusahaan pembiayaan infrastruktur, BUMN di bawah Kementerian Keuangan RI.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setiawan mengatakan ada tiga proyek jalan yang diajukan untuk dibiayai PT SMI dan kini proses verifikasi. Tiga proyek jalan itu, Jalan Lingkar Barat (JLB), Jalan Lingkar Timur (JLT) dan Frontage Road Waru-Sidoarjo. “Kita tinggal melengkapi kekurangan syarat administrasinya saja,” ujarnya
Saat mendampingi Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin bertemu tim PT SMI dan Bank Dunia, di Kantor Wabup Sidoarjo, Senin (1-8-2016)

BACA JUGA :  Tahun 2024 Ini Jalan Desa Dukuhsari Jabon Dibeton

Tiga proyek itu, proyek JLT sepanjang 8, 8 KM, JLB sepanjang 1, 5 KM dan Proyek Frontage Road (FR) sepanjang 9, 2 KM. Total tiga proyek itu diajukan untuk dibiayai dana pembiayaan infrastruktur senilai Rp 700 Miliar.

BACA JUGA :  Wujudkan Sidoarjo Bebas Polio, Dinas Kesehatan Optimalkan Sub PIN Polio

Ditanya kapan realisasinya, Sigit mengaku tergantung kesiapan administrasinya. Namun, pihaknya optimis untuk JLB dan JLT bisa direalisasikan terlebih dulu karena tidak terkendala lahan.

Sedangkan Wabup Nur Ahmad Syaifuddin menambahkan, selain dana pinjaman untuk infrastruktur jalan, Pemkab juga tengah mengkaji rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) di wilayah Sidoarjo Barat. Diharapkan RS itu bisa didanai oleh PT SMI.

BACA JUGA :  Aksi Nyata Danramil 0816/14 Taman Bersama Anggota Evakuasi Korban Banjir di Desa Kramatjegu

Namun, bukan semata-mata pinjaman, melainkan skema pembiayaannya, melalui kerjasama pengelolaan. “Kalau proyek infrastruktur jalan, dibiayai dana pinjaman lunak. Tapi RS nantinya kerjasama pengelolaan,” ujar Wabup Nur Ahmad Syaifudin.

Sementara itu, Divisi Pembiayaan Pemerintah Daerah dan Instansi Pemerintah Lainnya PT SMI Ery Hartito mengatakan pembiayaan yang dilakukan PT SMI, guna mengatasi keterbatasan anggaran dalam satu masa periode. Pinjaman selanjutnya diangsur tahun anggaran kedepan.(st-12)