SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan Politik & Pemerintahan

BHS : Pemerintah Perlu Bangun Lagi Rumah Sakit di Wilayah Pinggiran Selain RSUD Sibar

 

BHS saat meninjau pembangunan RSUD Sibar Krian

(SIDOARJOterkini) – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Pemkab Sidoarjo untuk menambah lagi Rumah Sakit Umum Daerah di wilayah pinggiran Sidoarjo agar terjadi pemerataan layanan kesehatan warga Sidoarjo.

Menurut BHS, hal tersebut didasarkan dengan tidak sebandingnya jumlah penduduk di wilayah Sidoarjo barat, yang terdiri dari Kecamatan Tarik, Balongbendo Krian, Prambon dan Wonoayu.

“Keberadaan RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) dipastikan tidak bisa melayani warga di lima Kecamatan tersebut,”ungkap BHS saat meninjau pembangunan RSUD Sibar di Tambak Kemeraan Kecamatan Krian, Selasa 31 Agustus 2021.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra yang datang bersama Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr Benyamin Kristianto menyampaikan, Jumlah penduduk di lima kecamatan tersebut mencapai 370.000 jiwa sedangkan, nantinya RSUD Sidoarjo Barat hanya dilengkapi 144 bed.

“Untuk melayani kesehatan warga di Sidoarjo kawasan barat, tentu masih belum cukup,”ucap BHS.

BACA JUGA :  Dua Motor, 1 Pickup Terlibat Kecelakaan di Jalan Kanigoro Krian, 1 Pemotor Luka Serius

Idealnya, lanjut BHS rasio jumlah bed rumah sakit adalah 1 banding 500 atau 5 banding 1000 jumlah penduduk. Sedangkan RSUD Sidoarjo Barat perbandingannya masih 1 banding 2000.

“Hal tersebut menjadi tugas dari Pemkab Sidoarjo untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan khususnya di kawasan barat.Makanya Pemkab perlu membangun lagi RSUD di wilayah lain yang belum ada rumah sakitnya, mungkin di Tarik atau wilayah Prambon,”ungkap Mantan DPR-RI periode 2014-2019 itu.

BACA JUGA :  Bupati Gus Muhdlor : Manfaatkan Long Storage Kalimati Tarik Jadi  Destinasi Wisata Air

Menurutnya, Kesehatan masyarakat harus dijamin pemerintah karena kesehatan merupakan aset terbesar dari Sumberdaya Manusia (SDM). Tidak hanya infrastruktur saja, namun keberadaan alat kesehatan serta tenaga kesehatan yang terampil dan handal.

“Dengan demikian masyarakat bisa terlayani dengan baik kesehatannya,”tuturnya.

Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat dibangun menggunakan APBD untuk itu, dirinya meminta agar saat sudah dioperasikan, warga bisa memanfaatkan untuk berobat dengan gratis seperti pada 26 Puskesmas di Sidoarjo

“Walau jumlah Puskesmas masih sangat minim,”katanya.

Pun begitu, BHS mengapresiasi kerja dari rekanan yang mengerjakan pembangunan RSUD Sidoarjo Barat, hasil pekerjaan yang rapi dan cepat. Hanya saja dirinya meminta tenaga kerja lokal harus lebih banyak yang dipekerjakan dibanding yang dari luar.

BACA JUGA :  Dihadiri Menko PMK, DJP Jatim II Kenalkan Pajak di Forum Ta'aruf Mahasiswa

Sementara itu Anggota Komisi E DPRD Jatim dr Benyamin Kristianto menyatakan, area yang luas dan bangunan yang megah, RSUD Sidoarjo Barat layak menjadi tipe B. Sesuai peraturan Kemenkes tipe rumah sakit ditentukan dari jumlah bed yang disediakan.

‘Kalau mau naikkan tipe, RSUD tinggal menambah jumlah bed saja,”paparnya.

Site Manager PT Permata Anugerah Yalapersada, Agus H optimis target selesai akhir Desember 2021 bisa terpenuhi.

“Progress saat ini sudah mencapai 20 persen, dan kita akan kebut sehingga bisa memenuhi target,”tukasnya. (st-12/cles)