SIDOARJO TERKINI
Gaya Hidup & Romantika Headline Indeks Politik & Pemerintahan

BHS Berbagi, Sembelih 30 Sapi dan 40 Kambing Kurban Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Sidoarjo dan Surabaya

 

Bambang Haryo Soekartono bersama Tim

(SIDOARJOterkini) – Puluhan ribu paket daging kurban dibagikan Bambang Haryo Soekartono (BHS) bersama dengan timnya kepada masyarakat yang saat ini terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, Kamis 22 Juli 2021.

Sejumlah hewan kurban yang terdiri dari 30 ekor sapi dan 40 ekor kambing yang disembelih pada Idul Adha tahun ini merupakan hasil kolaborasi BHS Peduli bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia.

“Alhamdulillah pada Idul Adha tahun ini kita bisa berbagi utamanya untuk warga yang membutuhkan bantuan daging kurban karena terdampak Covid-19,”ungkap Bambang Haryo, saat secara simbolis melakukan penyerahan daging kurban di BHS Center Sidoarjo.

BACA JUGA :  Buruh Pabrik Rokok di Kecamatan Jabon Dapatkan Pelatihan Ketrampilan Kerja dari DBHCT

Dijelaskan Pria Kharismatik yang merupakan anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra tersebut, mengingat lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi, dirinya akan menyalurkan puluhan ribu daging kurban itu secara door to door.

“Hal tersebut untuk menghindari terjadinya kerumunan, dan teknis pembangunannya melalui Kordes dan Korcam yang sudah terbentuk,”ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan BHS, selain dikhususkan untuk warga yang terdampak Covid-19, bantuan daging kurban juga diberikan kepada beberapa komunitas diantaranya seni, sepak bola dan lainnya.

“Namun daging kurban kita prioritaskan untuk masyarakat terdampak Covid-19 yang sangat butuh asupan gizi dan protein untuk ketahanan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona,”tutur mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra periode 2014-2019 itu.

BACA JUGA :  Pemkab Sidoarjo Berikan Bantuan Modal Bagi Peserta Pelatihan Kerja Yang Lulus Kompetensi

Lebih jauh dikatakan BHS, warga yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) baik itu makan, obat, vitamin dan lain-lainya agar terjamin kebutuhan dan pelayanannya dan haus termonitor kapan mulai menjalani Isoman khususnya yang di rumah.

“Dari data, jumlah warga yang saat ini menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah lebih dari 100 persen dari jumlah warga yang menjalani Isoman di rumah sakit,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut BHS juga mengungkapkan, dengan diperpanjangnya PPKM Darurat pihaknya berharap industri transportasi umum tetap bertahan meski dampak PPKM Darurat terjadi penurunan aktifitas masyarakat yang sangat drastis.

BACA JUGA :  Pemotor Tabrak Pejalan Kaki Tak Beridentitas di Jalur Tengkorak Wonokupang Balongbendo

“Kita lihat di terminal Bungurasih, hampir 90 persen terjadi penurunan belum lagi adanya penyekatan jalan. Dan ini perlu adanya analisa dampak dari penyekatan tersebut agar tidak merugikan masyarakat dan industri transportasi,”tegas BHS yang juga Ketua Harian MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Jawa Timur.

Harusnya, lanjut BHS seharusnya transportasi publik diberikan kemudahan dan keleluasaan yang tentunya akan lebih mudah terpantau daripada transportasi pribadi.

“Karena pembatasan aktifitas melalui penyekatan akan terjadi penumpukan. PPKM Darurat harus disikapi dengan satu program yang jelas dan harus ada target penurunan orang yang terinfeksi Covid-19,”tandasnya.(st-12/cles)