SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Berani Duel Begal, Bripka Dwi Dianugerahi Penghargaan Oleh Warga KNV

Kapolsekta Sidoarjo, Kompol Naufil Hartono menyerahkan penghargaan kepada Bripka Dwi Priyo
Kapolsekta
Sidoarjo, Kompol Naufil Hartono menyerahkan penghargaan kepada Bripka Dwi Priyo

(SIDOARJOterkini)- Warga Perum Kahuripan Nirwana
Village (KNV) RW 10, Desa Jati Kecamatan Sidoarjo, memberi penghargaan kepada Dwi Priyo Sudomo, seorang warga setempat
yang tinggal di Perum KNV blok AA5 No 01. Penghargaan diserahkan
Kapolsekta Sidoarjo, Kompol Naufil Hartono SH kepada anggota polisi
berpangkat Bripka yang pernah menjadi ajudan lima Kapolda Jatim dan
kini berdinas di Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Dir Pam Obvit)
Polda Jatim tersebut dalam acara halal bi halal warga.

Kompol Naufil mengaku bangga kepada Bripka Dwi Priyo. Sebab, sebagai
aparat kepolisian, Bripka Dwi telah menunjukkan teladan kepada
masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Perum
KNV.
 “Peristiwa yang terjadi di sini (Perum KNV) sekitar sebulan lalu,
menjadi sebuah pelajaran bahwa kita harus tetap waspada dalam menjaga
keamanan lingkungan, karena aksi kejahatan bisa terjadi kapan saja dan
di mana pun tempat,” ujar Kapolsek asal Pamekasan, Madura, tersebut.

BACA JUGA :  Pemotor Alami Luka Serius Usai Terjepit Dua Truk di Simpang 5 Bypass Balongbendo

Naufil menambahkan, insiden yang menimpa Bripka Dwi, juga
menunjukkan jika aksi para penjahat saat ini kian sadis. Mereka tidak
sekadar menyasar harta benda. Tapi juga tidak segan menghabisi
pihak-pihak yang dianggap menghalangi rencana jahatnya. “Untung saja,
Pak Dwi masih dilindungi Allah SWT. Beliau masih selamat dan masih
berada di tengah-tengah kita, meski mengalami luka-luka yang sangat
parah,” terangnya.

Kompol Naufil neminta agar sistem keamanan di perumahan yang dihuni
ratusan korban luapan Lapindo tersebut, terus disempurnakan. Ia
mengapresiasi upaya warga yang kini telah menambah jumlah sekuriti,
serta menerapkan one gate system (sistem satu pintu) di Perum KNV.
“Tolong sekuritinya cari yang masih muda dan berbadan tegap (tinggi
dan besar), agar penjahatnya takut kalau mau berbuat jahat di sini.
Bahkan kalau perlu, di titik-titik strategis juga dipasang CCTV
(kamera pemantau). Sehingga siapa pun yang masuk atau keluar perumahan
akan terekam CCTV. Dan kalau bisa, pakai CCTV yang bisa di-zoom,
sehingga lebih memudahkan penyelidikan kalau terjadi sesuatu,”
jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kompol Noufil juga meminta warga terus
berkoordinasi dengan aparat Kepolisian, khususnya, dengan membentuk
Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dan Perpolisian
Masyarakat (Polmas). Koordinasi itu dengan melibatkan Tiga Pilar
Kamtibmas. Yaitu, Babinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa atau
aparatur perangkat desa. “Kasus-kasus pidana yang ringan seperti
maling sandal atau maling mangga juga bisa diselesaikan oleh FKPM dan
Polmas. Jangan semuanya dilaporkan ke polisi. Kasihan kalau mereka
sampai dihukum karena kesalahannya yang relatif kecil,” ungkapnya.
Di sisi lain, penghargaan yang diberikan kepada Bripka Dwi Priyo
disambut gembira oleh warga. Idham Cholid Ali, tokoh masyarakat Perum
KNV yang juga tercatat sebagai mantan Ketua RW 10 mengatakan,
penghargaan yang diberikan warga memang tidak bernilai. Namun,
penghargaan itu adalah bentuk pengakuan warga atas keteladanan Bripka
Dwi Priyo.
“Keteladanan Pak Dwi juga menjadi penyemangat kita untuk lebih kuat
menjaga persatuan dan kekompakan. Kami sangat berterima kasih kepada
Pak Dwi yang telah menjaga keamanan di lingkungan kami dengan gagah
berani. Beliau tidak hanya berani bertarung, bertaruh nyawa, melawan
penjahat sadis. Tapi juga selalu berada di garis depan dalam menjaga
keamanan dan ketertiban di perumahan. Kami sangat bangga memiliki
tetangga seperti Pak Dwi,” papar Ketua PKK RW 10 Perum KNV, Ny Moryna
Silvana.
Sementara itu, kegiatan Halal Bihalal yang digelar warga RW 10 Perum
KNV Desa Jati, berlangsung cukup khidmat. Kegiatan yang digelar di
salah satu ruas jalan perumahan itu diramaikan grup kesenian hadrah
banjari Doa Ibu Bahrul Maghfiroh dari Perum KNV, serta menghadirkan
salah satu Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS), Ustadz H Ahmad
Muzakky Al-Hafidz, sebagai penceramah. (st-13)