SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Benahi Rel, Petugas KAI Temukan Mayat Siswa SD Gedang

Jenazah bocah SD yang ditemukan oleh petugas KA saat membenahi rel KA di Porong
Jenazah bocah SD yang ditemukan oleh petugas KA saat membenahi rel KA di Porong

(PORONGterkini) – M. Riki (12), warga Kelurahan Gedang RT 07 RW 02, Kecamatan Porong, Sidoarjo ditemukan tewas oleh Petugas Kereta Api Indonesia (KAI) di dekat Rel dikawasan Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo saat membenahi Rel KAI yang terendam banjir. Selasa (16-02-2016).

Putra pertama pasangan Dadang Suparman (43) dan Mimi Herawati (43) itu pertama kali ditemukan oleh Samuji (47) petugas PT. KAI sekitar pukul 11.15 WIB, yang sedang membenahi Rel kereta api yang terendam banjir dikawasan Porong. Ketika Samuji meminta tolong, warga yang berada ditempat langsung berdatangan.

“Saat itu saya sedang mengontrol Rel yang terendam banjir. Tiba-tiba saya melihat sosok warna hitam. Selintas memang seperti tas kresek, karena agak samar. Waktu saya tarik ternyata mayat,” Terang Samuji.

BACA JUGA :  Ini Program Prioritas Bupati Muhdlor yang Akan Dituntaskan di Tahun 2022

Dilokasi, jasad M. Riki pelajar kelas 6 SDN 1 Gedang itu hanya menggunakan celana pendek warna hijau, badannya kaku. Saat evakuasi, petugas kesulitan, karena kedalaman air mencapai 2,5 meter.

Ketika Kapolsek Porong, Kompol Hery Mulyanto dikonfirmasi, dirinya mengatakan bahwa dua hari terakhir orang tua Riki sempat melaporkan kalau anaknya hilang.

BACA JUGA :  RSUD Krian Buka Perekrutan Pegawai Medis dan Non Medis, Berikut Penjelasannya

“Jenazah saat ini kami bawa ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum. Saat dilokasi tadi, tidak ada bekas luka akibat penganiayaan di tubuh jenazah,” Ujar Kompol Hery Mulyanto, Kapolsek Porong.

BACA JUGA :  Sopir Mengantuk, Truk Tabrak Tiang Listrik hingga Terguling di Jalan Trosobo Taman

Menurut data yang dihimpun oleh Sidoarjoterkini.com, Riki bersama tiga rekannya yakni Hari, Fajar dan Herman menjadi buruh dorong mobil yang mogok akibat banjir. Karena dua hari tidak pulang, orang tua bingung mencarinya dan sempat melapor kehilangan anak di Polsek Porong. (alfan)