SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pojok Desa Politik & Pemerintahan

Banyak Pj. Kades Kurang Paham Masalah Desa, Komisi A : Harus Diperbaiki

 

Choirul Hidayat, Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo

(SIDOARJOterkini) – Komisi A DPRD Sidoarjo telah banyak menerima aduan masyarakat, perihal kinerja dari penjabat (Pj) Kepala Desa, yang dianggap tidak disiplin dan kurang memahami permasalahan masyarakat desa.

Choirul Hidayat, Anggota Komisi A mengatakan, bahwa masyarakat banyak yang mengadu keterlambatan kedatangan Pj Kades, apalagi kalau harus dihadapkan permasalahan warga desa yang tidak mengenal jam kerja.

“Iya, masyarakat banyak yang mengeluh, Pj. Kader baru datang jam 10.00, padahal warga sudah menunggu dari pagi, ditambah lagi, apabila ada permasalahan warga malam hari yang membutuhkan sosok kades itu,” katanya saat ditemui di Kantornya, 20 Oktober 2020.

BACA JUGA :  Peti Kemas Lepas dan Terjatuh dari Truk Triller di Bypass Balongbendo

Legislator PDI Perjuangan itu, menyampaikan sebenarnya hal tersebut bisa dimaklumi. Karena kenyataannya ASN yang menjadi Pj mayoritas dari luar daerah setempat. Kedepan, ASN yang mau menjadi Pj Kades harus dipersiapkan secara matang, Terlebih saat ini momennya mendekati pilkades.

Dayat mengaku permasalahan tersebut telah ia konsultasikan ke BKD Provinsi Jawa Timur. Dari hasil konsultasinya, memang permasalahan semacam itu banyak terjadi mengenai stok ASN yang harus menjadi Pj.

BACA JUGA :  1 Pelaku Komplotan Begal Sadis di Tambak Rejo Waru diringkus Polisi

“Ada sekitar 170an ASN kecamatan yang saat ini menjadi Pj. Kebanyakan kenapa tidak memakai ASN yang tinggal di daerahnya saja jika memang stok ASN di tingkat kecamatan tipis yang akhirnya harus memakai ASN dari wilayah lain. Jelas mengganggu kinerjanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Dayat mengatakan, apabila yang dipakai ialah ASN yang berdomisili di daerah tersebut, minimal setidaknya paham terhadap kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat sekitar. Terlebih bila dibutuhkan sewaktu-waktu, bisa langsung hadir di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Gus Muhdlor : Bansos Ini Merupakan Wujud Perhatian Pemerintah Akibat dari Pandemi

“Saya harap kondisi semacam ini tidak terjadi lagi di lain waktu. Lebih disiapkan lagi. Terlebih saat momen menjelang pilkades seperti sekarang. Jumlah ASN di masing-masing desa saya yakin cukup mampu untuk menghandle tugas tersebut, dengan catatan tingkatan ASN-nya setara dengan Kades atau Lurah,” pungkasnya. (Pung/cles).