SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Bangga Karya Warga Binaan, 13 Delegasi Negara Asing Kunjungi Lapas I Surabaya

IMG-20160824-WA0025
(PORONGterkini) – Sejumlah delegasi Negara asing mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Rabu (24/08/2016). Dalam kunjungannya, para delegasi ini ingin melihat secara langsung karya-karya warga binaan yang terkenal di penjuru dunia.

Menurut pantauan Sidoarjoterkini, delegasi yang hadir yakni Negara Myanmar, Jerman, Swiss, Inggris, Belanda, Thailand, Timor Leste, Kamboja, Brunai Darussalam, Australia, Norwegia, Jepang dan Korea Selatan. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Penasehat Menteri Kemenkumham dan alunan musik patrol serta melihat langsung kreatifitas warga binaan seperti pembuatan furniture, kapal boat dan kreatifitas-kreatifitas warga binaan yang ada di Jawa Timur lainnya.

Penasehat Menteri Kemenkumham, Ian Siagian mengatakan, kunjungan mereka ke Lapas Klas I Surabaya ini selain untuk mempererat hubungan baik antar Negara, juga melihatkan beberapa karya kreatifitas para warga binaan yang rata-rata produksinya diekspor keluar negeri.

BACA JUGA :  Truk Fuso Tabrak Motor di Jalan Kemasan Krian, Dua Orang Luka Serius

“Hubungannya antara lain baik dalam hal menerima mereka, mengenalkan kegiatan penjara kita yang mungkin berbeda dengan Negara mereka jadi saat mereka balik ke Negara mereka mempunyai kesan mengapresiasi selama empat hari waktu menjamu mereka,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, sejumlah delegasi yang hadir didalam lapas porong merasa sangat puas dan bangga dengan segala kegiatan yang ada didalam lapas. Karena saat menjalani masa tahanan, mereka masih mempunyai kesempatan untuk bekerja bahkan karyanya diakui diluar negeri. “Menurut mereka sangat puas. Apalagi tadi setelah menyicipi tahu produksi para warga binaan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Jasad Bapak Anak yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman Berhasil Ditemukan

Sementara itu, Kalapas Klas I Surabaya, Prasetyo menyatakan bahwa jumlah narapidana dan warga binaan terdapat 1858 dan rata-rata menjalani hukuman menengah keatas atau minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup. Sedangkan yang bekerja didalam lapas, terdapat 300 orang meliputi pekerjaan kegiatan pertanian, peternakan lele, pembuatan kapal, pembuatan furniture dan pekerjaan-pekerjaan lain.

“Hasilnya untuk mereka semua. Sehari mereka bisa mendapatkan gaji Rp13.500, karena mereka bukan pekerja UMR melainkan premi. Selama 6 bulan biasanya mengirim sebanyak dua sampai tiga container untuk dikirim ke Negara eropa, jepang dan korea,” kata Prasetyo.

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Pencarian Bapak dan Balitanya yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman

Selain itu, keuntungan yang masuk dalam khas Negara dari penjualan ini, sebanyak 9 sampai 10 juta perbulan. Sedangkan bagi narapidana dan warga binaan yang masa tahanannya habis dan ingin kembali bekerja didalam lapas, mereka ditampung oleh perusahaannya dan diberikan sertifikat.

“Setelah mereka keluar, perusahaannya bisa menampung kalau mereka masih ingin bekerja ditempat itu. Karena ini sesuai dengan program pemda propinsi jawa timur, kitakan mencoba untuk mensejahterakan mereka, syukur-syukur mempunyai sertifikat dan bisa bekerja di perusahaan lain yang gajinya UMR,” pungkasnya.(alf)