SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Awas..!!!..Jambret Anak Berkeliaran di Mall Kawasan Sidoarjo

image

      (Ilustrasi)

(SIDOARJOterkini)- Jambret kini bukan hanya beraksi di jalanan dengan sasaran kebanyakan ibu-ibu. Namun, mereka sudah menyasar ke mall atau supermarket yang ada di Sidoarjo.

Ironisnya lagi, mereka mengincar anak-anak yang memakai perhiasan. Setelah memreteli perhiasannya, pelaku meninggalkan korban.

Seperti dialami Farah 3,5, balita asal Kemiri, Sidoarjo Senin (17/8/2015). Kalung emas yang dipakai dipreteli orang tak dikenal saat berada di Giant Waru.

Begini ceritanya, saat libur Agustusan, Farah dan Rama kakaknya bersama Heru, ayahnya dan ibunya berbelanja di Giant Waru sambil jalan-jalan sore. Layaknya pengunjung lainnya, mereka melihat-lihat barang yang akan dibeli.

BACA JUGA :  Tim Research SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Borong 4 Juara Internasional di Malaysia

Tak lama berputar di dalam supermarket, Rama dan bapaknya memilih ke tempat bak buah. Sedangkan Farah dan ibunya menuju ke tempat minuman.

Farah minta ke ibunya dibelikan larutan penyegar. Saat ibunya mengambil larutan penyegar, balita ini diduga dipanggil oleh pelaku yang sejak masuk supermarket sudah mengincarnya.

Pelaku kemudian mengajak Farah dan dalam hitungan menit kalung yang dipakai korban sudah diambil. Pelaku kemudian membawa korban ke pusat informasi berpura-pura menemukan anak yang ditinggal orang tuanya.

BACA JUGA :  Danramill 0816/06 Tanggulangin Bersama Forkopimka Peringati HUT TNI Ke - 77

Bu Heru kaget ketika mendengar informasi yang menemukan anak bernama Farah.”Saya kaget kok anak saya bisa di pusat informasi,” ujarnya.

Awalnya dia mengira jika anaknya menjadi korban penculikan. Namun, dari petugas informasi menjelaskan jika ada perempuan yang mengantar anak dengan dalih mencari orang tuanya.

Bu Heru bersyukur karena anaknya tidak apa-apa. Matanya kemudian tertuju ke leher anaknya dan ternyata kalung emas yang dipakai sudah tidak ada.

Karena kalung emas anaknya sudah tidak ada, Bu Heru minta kepada petugas untuk dilihatkan rekaman CCTV. Dia menduga jika pelaku akan terekam CCTV saat beraksi.

BACA JUGA :  TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Kawal Pelaksanaan BIAS

Namun, oleh pihak Giant Waru, permintaan itu ditolak karena korban harus lapor dulu ke polisi. Karena tidak mau ribet, Bu Heru tidak melaporkan kasus ini ke polisi meski mengalami kerugian sekitat Rp 1,5 juta.

Bu Heru mengaku kejadian ini dijadikan pengalaman. Lain kali dia akan lebih menjaga anaknya agar tidak lepas dari pengawasannya.

Dia juga berpesan agar ibu-ibu lebih waspada ketika jalan-jalan ke mall atau supermarket. Kalau bisa anaknya tidak memakai perhiasan.(st-12)