SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Atasi Kelangkaan, 131 Pedagang Pasar Larangan Dipasok Minyak Goreng Secara Rutin

 

Suasana operasi pasar minyak goreng di pasar Larangan Sidoarjo (22/2)

(SIDOARJOAterkini) – Sebanyak 70 ribu liter minyak goreng akan digelontorkan ke Jawa Timur setiap bulan, termasuk Sidoarjo. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan ketika berkunjung ke Pasar Larangan Sidoarjo, Selasa 22 Februari 2022.

Dikatakan Oke Nurwan, ada 26 pasar di Jatim yang menjadi pantauan bulan ini, termasuk pasar Larangan Sidoarjo. Pihaknya akan memenuhi pasokan minyak goreng di 26 pasar tersebut. Setelah itu akan dilanjutkan pemantauan di pasar lain wilayah Jatim.

“Rutin, saya nggak mau pedagang kosong. Ada 131 pedagang di pasar Larangan harus diisi rutin,” ucap Oke Nurwan.

BACA JUGA :  Wabup Subandi Jenguk Balita Tanpa Anus dan Pengidap Down Syndrome di Wilayut Sukodono

Menurutnya, Jatim merupakan wilayah penting dan strategis, karena ikut mengamankan pasokan minyak goreng di wilayah Indonesia timur. Maka dari itu, Nurwan memberikan pasokan minyak goreng melebihi kebutuhan setiap bulan, yaitu mencapai 58 ribu ton.

“Saya tidak mau ada isu kelangkaan minyak goreng di Jatim. Kuota minyak di Jatim akan dipasok lebih. Tidak hanya provinsi tapi wilayah Indonesia Timur, Saya akan pasok 70 ribu liter perbulan,” jelasnya.

Melalui tangki berkapasitas 5000 liter lanjut Nurwan, pihaknya menyediakan minyak goreng curah dengan harga Rp 12.800 per liter untuk konsumen sedangkan Rp 11.800 untuk pedagang.

BACA JUGA :  Maling Motor Apes, Tertangkap dan Dimassa di Desa Tarik

“Pedagang jangan dibatasi, karena saya nggak mau operasi pasar ke konsumen. Yang penting masyarakat mudah mendapatkan minyak goreng. Rp 11.500 per liter atau Rp 12.800 per kilo,” imbuhnya.

Nurwan menekankan agar dinas terkait melakukan pemantauan di pasar tradisional secara rutin untuk mengecek stok minyak goreng pedagang. Agar isu kelangkaan minyak goreng segera teratasi.

“Saya harap secepatnya normal. Sesuai instruksi presiden seharusnya per tanggal 31 Januari kemarin sudah normal,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sidoarjo Tjarda menyampaikan, pihaknya tengah melakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui penyebab kelangkaan minyak goreng.

“Untuk wilayah Sidoarjo kebutuhan minyak goreng secepatnya akan segera kita lakukan perhitungan,”ungkapnya.

BACA JUGA :  Wanita Muda Patah Kaki, Setelah Motornya Tergelincir di Jalan Wonokupang Balongbendo

Dikatakan Tjarda, dalam operasi pasar harga minyak goreng dipatok Rp.10.500 per liter untuk para pedagang dan dijual kepada konsumen dengan harga Rp 11.500 per liter artinya setiap pedagang diharuskan mengambil.untung Rp. 1000 setiap liternya. Keuntungan tersebut sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Setiap dua hari sekali, kita akan lakukan operasi pasar 10.000 liter dan akan dilakukan merata berpindah-pindah di wilayah Taman, Krian dan Porong, sehingga tidak ada lagi alasan lagi terjadi kelangkaan minyak goreng,”tandasnya. (cles)