R.T.P Tjokronegoro Bupati Pertama Kabupaten Sidoarjo Ternyata Berasal Dari Surabaya

November 19, 2020

 

Pejabat Sidoarjo saat ziarah ke makam RTP Tjokronegoro dalam rangka memperingati Hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke 161 tahun (28/1/20)

(SIDOARJOterkini) – R Notopuro atau yang juga dikenal dengan R.T.P Tjokronegoro merupakan Bupati pertama Kabupaten Sidokare yang kemudian diganti menjadi Kabupaten Sidoarjo, karena memiliki konotasi yang kurang bagus.

R.T.P Tjokronegoro merupakan putra dari R.A.P Tjokronegoro Bupati Kabupaten Surabaya dari trah kesepuhan yang bertempat tinggal di kampung Pandean atau juga disebut Pekauman Surabaya.

Dikutip dari buku Jejak Sidoarjo dari Jenggala ke Suriname (2006/36) disebutkan. Semula, daerah Sidokare sebelum berganti menjadi Sidoarjo dipimpin oleh seorang Patih bernama R. Ng. Djojohardjo yang bertempat tinggal di kampung Pucang Anom.

BACA JUGA :  Panitia Pilkades 2020 Harus Jalani Rapid Tes dan Ada Bilik Khusus

Patih ini dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Panggabahan pada tahun 1851. Pada saat itu Sidokare merupakan daerah bagian dari Kabupaten Surabaya.

“Untuk membagi wilayah Surabaya yang begitu luas, maka pada tahun 1859, membagi menjadi dua bagian, yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo,” tulis buku yang disusun oleh Tim Penelusuran Sejarah Sidoarjo.

BACA JUGA :  Pemkab Sidoarjo Kebut Persiapan Pembangunan Kawasan Industri Halal

Pembagian wilayah tersebut ditandai dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No 9/1859 tanggal 31 Januari 1859, yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sidoarjo.

Kemudian pada tahun yang sama (1859, red) Kabupaten Sidokare resmi berganti nama menjadi Kabupaten Sidoarjo. Hal ini berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 10/1859 tanggal 28 Mei 1859.

Dengan menetapkan R.Notopuro (R.T.P Tjokronegoro) sebagai bupati pertama Kabupaten Sidoarjo. Yang memiliki batas wilayah sama dengan sekarang, yaitu Sebelah Timur (Selat Madura), Barat (Kabupaten Gresik), Utara (Kabupaten Surabaya) dan Selatan (Kabupaten Pasuruan).

BACA JUGA :  Kelana-Astutik Atasi Pasar Kumuh Dengan Pembangunan TPS dan Tambah Petugas Kebersihan

Dalam kepemimpinan Bupati Tjokronegoro tergolong singkat, hanya berlangsung kurang lebih 4 tahun. Tepatnya pada 1862 beliau wafat, setelah sebelumnya menderita sakit. Dan dimakamkan di Pasarean Pendem Hing Asri yang terletak dibelakang Masjid Agung Sidoarjo.

Sebagai gantinya pada tahun 1863 diangkat kakak almarhum sebagai Bupati Sidoarjo, yaitu Bupati R.T.A.A Tjokronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono), pindahan dari Lamongan (pung/cles)