UPT PPSAB Sidoarjo Serahkan 12 Balita Kepada Orang Tua Asuh

November 17, 2020

(SIDOARJOterkini) – Sebanyak 12 Balita yang dirawat UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Anak Balita (PPSAB) mendapatkan orang tua asuh.

Kepala Dinsos Jatim M Alwi mengatakan, program penyerahan anak asuh kepada orang tua asuh. Merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jatim untuk mengentas keterlantaran anak, mengangkat kesejahteran, dan melindungi anak-anak yang terlantar.

“Hari ini Dinsos Jatim melalui UPT PPSAB Sidoarjo menyerahkan 12 anak yang telah dirawatnya ke orang tua asuh,” kata Alwi kepada wartawan usai penyerahan anak, Senin 16 November 2020.

M Alwi menambahkan, proses adopsi balita telah melalui proses administrasi, Kepolisian, Kejaksaan serta faktor ekonomi dari calon orang tua asuh. Serta persyaratan utama bahwa setelah lima tahun menikah tidak memiliki keturunan.

“Tapi tidak semudah itu, ada masa perkenalan terhadap anak. Apabila anak yang akan diadopsi itu menolak, maka batal lah adopsi terhadap anak tersebut. Yang jelas antara anak dan calon orang tua asuh saling mencintai, terutama dari anaknya,” jelas Alwi.

BACA JUGA :  Pemkab Sidoarjo Kebut Persiapan Pembangunan Kawasan Industri Halal

Sementara itu Kepala UPT PPSAB Sidoarjo, Dwi Antini mengatakan bahwa adopsi anak terlantar yang telah dirawat di PPSAB Sidoarjo ini kemudian diserahkan ke orang tua asuh merupakan adopsi ke 23. Hari ini yang di adopsi berjumlah 12 anak.

BACA JUGA :  Minim Kontribusi, PD Aneka Usaha Hanya Sumbang PAD Rp 220 Juta Dalam Satu Tahun

“Terdiri dari 5 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Ke 12 anak tersebut berasal dari Kediri, Malang, Sumenep , Nganjuk, Jember, Gresik, Sampang, Situbondo, Tuban, dan Blitar, bahkan ada dari Malaysia,” kata Dwi.

Ditempat yang sama pasangan suami istri Ratno (39) dan Yanti (39) asal Surabaya ini merasa sangat bahagia karena selama 11 tahun menempuh bahtera rumah belum dikarunai momongan.

“Alangkah bahagianya saya bersama istri mulai hari ini mengendong anak. Mendapatkan anak dari UPT PPSAB Sidoarjo tidak mudah, saya mengajukan permohonan mulai awal Bulan April 2019. Alhamdulillah hari terkabulkan,” kata Ratno.

BACA JUGA :  Di Pasar Betro Pedagang Bilang "Jangan Lupakan Kami Pak Bupati"

Hal yang sama disampaikan oleh pasangan suami istri Fatkhul Adhiatmadja (35) dan Friska Juliani mengaku sangat bahagia dan terharu, karena sudah tujuh tahun belum memiliki keturunan.

“Alhamdulillah meski melalui proses yang panjang, tetapi hari ini berhasil. Kami bersam istri akan merawat anak ini dengan sebaik-baiknya, hingga dia dewasa,” tandasnya. (cles)