Paslon Gus Muhdlor – Subandi Paling Siap Atasi Korupsi di Sidoarjo

November 17, 2020

 

Gus Muhldor

Paslon Gus Muhldor-Subandi saat menyampaikan strategi pencegahan korupsi di Kabupaten Sidoarjo

(SIDOARJOterkini) – Debat Publik kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo kembali di gelar di The Sun Hotel Sidoarjo. Selasa 17 November 2020.

Dalam menjawab pertanyaan dari panelis tentang pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Paslon Gus Muhdlor – Subandi langsung menjawab lugas dan jelas.

Dalam mencegah terjadinya korupsi, Paslon nomor urut 2 itu sudah menyiapkan program e-planning dan e-budgeting. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya pertemuan langsung antara penyelenggara negara dengan masyarakat (kontraktor).

BACA JUGA :  BNNK Sidoarjo Bersama Polresta Sidoarjo Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan P4GN

“Semuanya nanti akan dilakukan secara digital, pengelolaannya juga dilakukan secara transparan dan akuntabel,” Kata Gus Muhdlor saat menjawab secara lugas dan jelas konsep pencegahan korupsi di Kota Delta.

Dengan sistem digitalisasi, maka semua masyarakat dapat mengawasi uang mereka yang terangkum dalam APBD digunakan untuk apa saja.

BACA JUGA :  Ingin Pilkada Bermartabat, GP Ansor Sidoarjo Bentuk Satgas Anti Money Politik Hingga TPS

“Jadi semua masyarakat dapat mengecek kemana uang mereka dan digunakan untuk apa saja, semuanya akan transparan,” ungkapnya.

Selain itu, Gus Muhdlor-Subandi akan lebih memperkuat fungsi dan peran dari Inspektorat dalam bidang pengawasan OPD melalui audit atau evaluasi dalam setiap program yang dilakukan.

BACA JUGA :  Pj. Bupati Sidoarjo Minta Ada Edukasi Penyebab Kebakaran

“Sehingga nanti jelas program pembangunan yang dilakukan oleh Pemda secara otomatis akan sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat,” jelasnya.

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu juga berkomitmen untuk menyediakan layanan digitalisasi dari tingkat Rukun Tangga (RT), Desa, Kecamatan sampai ketingkat Kabupaten.

“Kami juga nanti akan ada layanan publik 24 jam. Artinya kapan saja masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan,” pungkasnya (pung/cles)