Pj Bupati Sidoarjo Ancam Ganti Petugas Pasar Larangan Jika Masih Kumuh

November 14, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono Ancam semua petugas Pasar Larangan Akan di Ganti, jika masih kumuh dan kotor.

Tak main-main, Cak Hud panggilan Hudiyono memberi tenggang waktu untuk petugas dapat membersihkan area pasar agar tidak Kumuh lagi.

“Jika dalam lima kali kunjungan tidak ada perubahan maka seluruh petugas pasar Larangan akan diganti orang baru,” Kata Hudiyono usai bersih-bersih Pasar Larangan dan Bagikan Masker kepada para pedagang, Jumat 14 November 2020.

BACA JUGA :  Tidak Terima Diklakson, Pemotor Gigit Telinga Kondektur Bus Mandala Hingga Putus di Jalan Bypass Krian

Usai memberi teguran, Cak Hud lantas mendatangi dan mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan. Jika tidak, maka juga akan diberikan sanksi.

“Pasar ini kan fasilitas publik jadi harus dijaga kebersihannya. Jika tidak mau menjaga kebersihan di area lapaknya maka akan mendapatkan sanksi, yaitu tidak boleh jualan lagi di pasar Larangan,” ujar Cak Hud sambil membagikan masker kepada para pedagang pasar larangan.

BACA JUGA :  Minim Kontribusi, PD Aneka Usaha Hanya Sumbang PAD Rp 220 Juta Dalam Satu Tahun

Ditengah kunjungannya, pria asli tanggulangi itu, mendapat keluhan dari pengelola pasar yang kekurangan mobil pengangkut sampah, dan juga mengaku kewalahan mengatur para pedagang.

“Pengawas pasar harus tegas, pedagang harus diingatkan untuk sama-sama menjaga kebersihan. Jangan dibiarkan saja”, tegas Cak Hud.

Dalam waktu dekat, Cak Hud akan menambah satu lagi armada mobil pengangkut sampah. Saat ini pasar Larangan hanya memiliki satu mobil sampah. Untuk mengangkut sampah setiap hari, jumlah satu armada masih kurang. Akibatnya banyak sampah yang terlambat diangkut ke TPA Jabon.

BACA JUGA :  Pesan PJ Bupati Hudiyono Ke Pemuda Muhammadiyah Gerakkan Ekonomi Kreatif Sidoarjo Lewat Jejaring

“Jika memang yang dikeluhkan karena kurang armada mobil sampah, kita akan tambah mobil sampah satu lagi supaya petugasnya bisa kerja maksimal “, ujar Cak Hud.

Usai mengontrol kebersihan, pengelola pasar diminta untuk mengecek instalasi listrik. Menyusul terjadinya kebakaran empat ruko yang diakibatkan konsleting listrik (pung/cles).