Dengan Teknologi Digital, Peluang Bisnis Industri Kulit dan Alas Kaki Intako Tanggulangin Semakin Meningkat

November 13, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) sejak tahun 2017 hingga 2019 secara konsisten memberikan dukungan dalam pengembangan industri di Tanggulangin, Sidoarjo. Hal tersebut dikarenakan sektor industri kulit mampu mencatatkan nilai surplus dalam perdagangan Internasional.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka E. Ratna Utarianingrum mengatakan, Kementerian Perindustrian telah melaksanakan berbagai program untuk pengembangan Sentra IKM Tanggulangin melalui pelaksanaan Program Revitalisasi fisik Sentra IKM Tanggulangin termasuk juga program yang bersifat non fisik diantaranya fasilitasi akses digital marketing melalui program e-Smart IKM; fasilitasi Rebranding Sentra IKM Tanggulangin; dan fasilitasi Upscaling IKM Tanggulangin unggulan

“IKM mendapatkan berbagai materi workshop terkait dengan Perbaikan kualitas produk, Manajemen Bisnis, Strategi Pemasaran, Digital Marketing, Fasilitasi Pembuatan Marketing Tools dan diakhiri dengan Business Matching,”ungkap Ratna dalam sambutannya secara daring dalam acara Kick-Off Digitalisasi Sentra IKM Tanggulangin Sidoarjo, Jumat 13 November 2020.

BACA JUGA :  Minim Kontribusi, PD Aneka Usaha Hanya Sumbang PAD Rp 220 Juta Dalam Satu Tahun
BACA JUGA :  Tanggapi Keluhan Sampah Liar di Flyover Trosobo, Ini Langkah Pj Bupati Sidoarjo

Menurut Ratna, seiring dengan perkembangan teknologi digital, pemasaran secara online ini dianggap mampu mendongkrak pendapatan IKM, tentunya diiringi dengan pembaruan pengetahuan secara berkala.

“Dengan program ini, diharapkan mampu lebih meningkatkan lagi pemasaran hasil produksi Intako di Tanggulangin tersebut,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Industri dan Perdagangan Disperindag Jatim, Saiful Jasan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pemasaran digital saat ini memang sangat banyak diminati masyarakat.

Dimasa pandemi saat ini, Saiful menjelaskan, pelaku pemasaran secara digital terus meningkat. Hal itu dilatar belakangi beberapa hal, salah satunya karena pemerintah juga terus berupaya agar para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) juga bisa mengikuti alur pemanfaatan pemasaran secara online.

BACA JUGA :  Kelana-Astutik Atasi Pasar Kumuh Dengan Pembangunan TPS dan Tambah Petugas Kebersihan

“Termasuk juga yang hari ini dilaksanakan Koperasi intako, nantinya akan dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang dibantukan. Sehingga secara mandiri, Intako bisa meningkatkan pemasarannya melalui dunia digital,” ujarnya.(cles)