Kebakaran Hebat di Pasar Larangan Sidoarjo, Lima Ruko Ludes

November 10, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Kebakaran hebat terjadi di pasar Larangan Candi Sidoarjo. Lima ruko yang berada di kompleks Pasar Larangan tersebut luluh lantak dilahap si jago merah, Selasa 10 November 2020.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, api pertama kali berasal dari toko elektronik Cahaya Abadi 1 sisi Selatan sekitar jam 10.20. Kemudian merembet ke ruko Cahaya Abadi 2 yang berada di sisi Utara. Tidak itu saja, kobaran api merembet ke Toko Emas Gajah, Toko Emas Kentjana dan koperasi Simpan pinjam.

Kapolsek Candi AKP Yulie Khrisna mengatakan kobaran api pertama kali diketahui oleh saksi Abdurrahman Heri yang melihat api telah menyalak-nyalak membakar tumpukan kardus di lantai dua toko elektronik Cahaya Abadi 1 sisi Selatan.

BACA JUGA :  Evaluasi SAKIP, Pj Bupati Sidoarjo Targetkan Tahun 2021 Nilai Semua OPD AA

“Saksi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya namun kobaran api semakin membesar,”ujar Kapolsek Candi.

Dengan cepat api merembet ke sisi Utara dan membakar toko emas Kentjana dan toko emas gadjah lantai dua. Saksipun menghubungi pemilik toko Cahaya Abadi yaitu Yudi Santoso. Selanjutnya pemilik toko pun meneruskan informasi kebakaran itu ke Polsek Candi.

BACA JUGA :  Kelana Astutik Siap Hadapi Debat Publik Terakhir Yang Digelar KPU Sidoarjo

“Mendapatkan laporan kebakaran, kami langsung menghubungi PMK,” ungkapnya.

Lanjut Yulie, kebakaran yang menghanguskan 5 ruko itu terjadi begitu cepat. Selain faktor material isi bangunan yang mudah terbakar, kecepatan angin saat terjadi kebakaran juga mempengaruhi api yang cepat membesar itu. Dalam proses pemadaman itu sedikitnya ada 10 mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

“Api berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pembasahan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pj Bupati Sidoarjo Tindak Lanjuti Arahan Gubernur Jatim Saat Penyerahan DIPA dan TKDD 2021

Untuk mengantisipasi keamanan tambah Yulie, pihaknya meminta bantuan Koramil Candi untuk mengamankan lokasi kebakaran.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 530 juta rupiah. Sedangkan penyebab kebakaran masih belum bisa di pastikan. Pihaknya akan mendatangkan Puslatfor Polda Jatim, untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang menimpa 5 ruko tersebut.

“Untuk menentukan, Penyebab kebakaran, kita tunggu Puslabfor Polda Jatim,” pungkasnya.(cles)