Kelana – Dwi Astutik Siap Hadapi Panggung Debat Malam Ini

November 3, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Kelana – Dwi Astutik mengumbar keyakinan siap menghadapi debat malam ini, Selasa 3 November 2020.

Kelana mengaku siap tempur untuk pelaksanaan debat perdana nanti. Dengan tema yang diangkat seputar peningkatan kesejahteraan melalui pelayanan kepada masyarakat, Cabup nomer 3 ini yakin pihaknya mampu menjawab permasalahan yang ada di Sidoarjo.

“Kami paslon 3 siap menghadapi debat. Namanya sudah maju, kita pantang mundur. Untuk debat, kita sudah sangat siap dengan 9 program yang kami usung,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kiat Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono Menjaga Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Sesuai tema, Kelana Aprilianto juga akan menyampaikan di pertarungan debat nanti, jika dirinya berkomitmen menghadirkan birokrasi berbasis teknologi. Hal itu untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan birokrasi pada masyarakat.

Selain itu Cabup yang berlatar belakang pengusaha sukses tersebut, juga menambahkan jika dirinya bersama Dwi Astutik juga telah melakukan persiapan dan simulasi untuk menuju debat.

BACA JUGA :  PDI Perjuangan Sidoarjo Menebar Manfaat  di Jumat Berkah

“Kita melihat lingkungan Sidoarjo adalah hal yang riil untuk jadi aspirasi masyarakat. Kalau debat tapi tidak datangkan manfaat bagi masyarakat sama saja bohong,” paparnya.

Selain itu Kelana juga mengatakan jika paslon Sidoarjo Makmur ini juga telah mematangkan terkait mitigasi covid19.

“Kelana – Dwi Astutik sudah sangat matang menghadapi ini, kan sudah masuk di visi misi kami. Makanan tiap hari bagi kami jika bertemu warga,” ujarnya.

BACA JUGA :  DPRD Sidoarjo Dorong Pemerintah Pusat Realisasikan Fly Over Bundaran Aloha

Diketahui debat publik pertama Kabupaten Sidoarjo ini akan dilaksanakan malam nanti pukul 19.00 WIB yang disiarkan langsung oleh TV swasta lokal, JTV, serta relay di stasiun televisi ArekTV serta radio suara sidoarjo.

Dalam debat calon nanti hanya diikuti pasangan calon dan tim pemenangan. Paslon tidak diperbolehkan mengerahkan massa karena masih dalam pandemi Covid-19. (st-12/cles)