Dukung Jadi Juara KDI 2020, Pj Bupati Sidoarjo Ajak Kedua Orang Tua Wahid Berangkat Ke Jakarta

November 2, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Kesempatan terakhir bagi peserta KDI 2020 berasal dari kabupaten Sidoarjo,  Muhammad Abdul Wahid mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya lewat SMS untuk bisa lolos juara 1 KDI (Kontes Dangdut Indonesia) 2020.

Nanti malam, grand final KDI disiarkan langsung live di MNC TV pukul 19.00 – selesai. Peserta yang tersisa tinggal Wahid perwakilan dari kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, peserta kedua, Muhammad Hafizh dari kota Dumai, Riau dan peserta ketiga, Gita dari Lombok, NTB.

Hari ini, Senin (2/11/2020) Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono berangkat ke Jakarta untuk memberikan dukungan langsung kepada Wahid.

BACA JUGA :  Minim Kontribusi, PD Aneka Usaha Hanya Sumbang PAD Rp 220 Juta Dalam Satu Tahun

“Keluarga dan Kedua orang tua Wahid sudah kita berangkatkan ke Jakarta terlebih dulu, hari Minggu, kemarin (1/11)”, kata Hudiyono.

Hudiyono datang bersama kepala OPD memberikan support langsung ke Wahid di studio MNC TV dan mengajak masyarakat Jawa Timur, khususnya Sidoarjo agar pada grand final nanti malam mengirim SMS dukungan ke Wahid dengan cara ketik: Wahid (spasi) KDI kirim ke 95151 atau klik vote melalui aplikasi RCTI+.

BACA JUGA :  Cakades di Kecamatan Wonoayu Meninggal Dunia, Bagaimana Mekanisme Pencalonannya

Cak Hud sapaan akrab Hudiyono datang ke Jakarta mengajak serta keluarga dan kedua orang tua Wahid, Kodim dan Sriamah. Kehadiran kedua orangtuanya, kata Cak Hud akan membawa keberkahan dan motivasi tersendiri bagi Wahid.

“Semoga performa Wahid nanti malam bisa memuaskan pemirsa pecinta dangdut Indonesia. Sehingga dukungan untuk Wahid mengalir terus tidak hanya dari masyarakat Sidoarjo saja, daerah lain juga mengirim SMS untuk Wahid”, ujar Cak Hud.

Pemuda asal desa Tenggulunan kabupaten Sidoarjo ini memang suka dengan musik dangdut. Banyak prestasi yang sudah diraih di ajang kontes dangdut.

BACA JUGA :  Di Pasar Betro Pedagang Bilang "Jangan Lupakan Kami Pak Bupati"

Kodim (60), ayah Wahid menuturkan sosok anaknya yang low profil. Pemuda berusia 25 tahun alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini dikenal rajin dan cerdas.

Di rumahnya yang sederhana, desa Tenggulunan kecamatan Candi, Wahid dikenal ramah dan ringan tangan. Warga kampung dimana Wahid tinggal sangat antusias mendukung Wahid juara KDI 2020. (cles).