PAN Rapatkan Barisan Kader Wilayah Kecamatan Krian, Menangkan Kelana-Astutik

November 1, 2020

 

BERI MOTIVASI: Achmad Rubai memberikan motivasi kader PAN Krian untuk memenangkan Kelana-Astutik, Sabtu (31/10) malam

(SIDOARJOterkini) -Partai Amanat Nasional (PAN) Sidoarjo terus menggerakkan mesin partainya untuk memenangkan paslon Bupati-Wabup Sidoarjo 2020, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik (Kelana-Astutik).
Kali ini dengan menggelar konsolidasi DPC dan DPRt Kecamatan Krian, di Desa Ponokawan, Krian, Sabtu (31/10) malam.

Konsolidasi ini dihadiri Cabup Kelana Aprilianto dan Cawabup Dwi Astutik. Acara ini juga dihadiri Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) PAN Jatim, Achmad Rubai, Ketua DPD PAN Sidoarjo, Ahmad Zulhimam. Hadir pula anggota Fraksi PAN, Haris dan Bangun Winarso serta Ketua Tim Pemenangan PAN Sidoarjo, Moh Zainul Lutfi.

Puluhan kader PAN yang juga pengurus tingkat kecamatan dan desa di Krian, mendapatkan gemblengan semangat memenangkan Kelana-Astutik, dari Achmad Rubai. Dalam konsolidasi ini,
Rubai mengungkap alasan dirinya ikut hadir.

BACA JUGA :  Jadi Korban Tabrak Lari, Warga Dukuh Tengah Meninggal Dunia di Jalan Gelam Candi

Alasannya, kata Rubai, karena Pilkada Sidoarjo mendapatkan perhatian khusus dari DPP PAN. Sehingga Rubai meminta semua kader merapatkan barisan memenangkan paslon nomor urut 3 itu.

“Karena itu kita harus datang ke TPS, satu niat dalam rangka mencoblos paslon nomor tiga,” tandas Rubai.

Untuk memenangkan Kelana-Astutik, Rifai juga meminta para kader PAN di Krian, juga mengajak keluarga, tetangga dan teman-temannya untuk mencoblos Kelana-Astutik pada 9 Desember nanti. Selain itu, meminta kader PAN untuk ikut mengawal dan mengawasi perolehan suara Kelana-Astutik.

Rubai menegaskan, meski kader PAN Krian yang hadir dalam konsolidasi hanya berjumlah puluhan, namun dia yakin paling tidak, di belakang setiap kader ini ada rata-rata 100 orang.

“Saya bangga pada bapak dan ibu. Karena yang hadir ini para tokoh yang juga lokomotif penggerak,” tegas Wakil Ketua DPW PAN Jatim ini.

RAPATKAN BARISAN: Cabup Kelana dan Cawabup Dwi Astutik menghadiri konsolidasi PAN Sidoarjo dengan kader PAN Krian, Sabtu (31/10)

Rubai juga mengungkap alasan dirinya serius ikut berkampanye bagi paslon Kelana-Astutik. Sebab setelah berdiskusi dengan keduanya, Rubai mengetahui jika keduanya kala memimpin Sidoarjo, bakal mengurus warga Sidoarjo, mulai lahir hingga meninggal.

BACA JUGA :  Pj. Bupati Sidoarjo Minta Ada Edukasi Penyebab Kebakaran

“Ini tidak main-main. Saya kira belum ada bupati yang programya seperti itu,” tegasnya.

Kata Rubai, yang dimaksud mengurus warga sejak lahir hingga meninggal, yakni paslon ini menyiapkan program kesehatan ibu hamil, pendidikan anak sejak dini, membantu modal untuk usaha, hingga meningkatkan kesejahteraan bagi pihak yang bertugas mengurus warga yang meninggal dunia.

Tak hanya mengurus sisi warganya, Rubai menyatakan Kelana-Astutik juga bakal mengurus wilayah Sidoarjo. Salah satunya agar Sidoarjo tidak kalah dengan Surabaya yang terkenal keindahan dan kebersihannya.

BACA JUGA :  Dekat Dengan Rakyat Kecil di Pasar Ngaban Tanggulangin, Kelana Disambut "Sugeng Rawuh Pak Bupati,"

“Oleh karena itu, kita sepakat nanti tanggal 9 Desember mencoblos Pak Kelana dan Bu Astutik, supaya yang kita bahas hari ini jadi kenyataan,” pinta Rubai.

Sementara, Dwi Astutik mengatakan, pihaknya meyakini PAN Sidoarjo sudah menyampaikan kepada para kadernya, jika paslon Kelana-Astutik diharapkan mampu dan layak memimpin Kabupaten Sidoarjo. Sehingga pihaknya berharap para kader PAN menguatkan dukungan.

Kata Astutik, para kader yang mengikuti konsolidasi merupakan barisan yang dipimpin oleh PAN Sidoarjo. Sehingga dia berharap para kader dan relawan PAN bisa berjalan seiring dengan tim pemenangan yang lain, dari PDIP, para masyaikh dan bu nyai, dan 36 tim relawan yang tercatat.

“Para alumni pesantren di Jatim juga banyak yang bergabung dengan kita. Artinya ini adalah ikhtiar bahwa paslon nomor 3 nanti menang. Selain itu alumni-alumni perguruan tinggi juga sudah merapat. Kenapa ini saya ceritakan, karena ini sangat penting bahwa jenengan tidak bekerja sendiri,” ungkap Astutik. (st-12/cles)