Guru PAUD Sidoarjo Bergerak Dukung Kelana-Dwi Astutik

Oktober 25, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Puluhan alumni S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IKIP PGRI Sidoarjo bertemu dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup), Dwi Astutik, Minggu,(25/10) kemarin di CSDW dan Warung Lesehan, Kalipecabean,Candi, Sidoarjo.

Di suasana berbalut reuni ini, Guru-guru PAUD curhat soal permasalahan yang dihadapi terkait Pendidikan Anak di Usia Dini dan kesejahteraan para guru. Delapan tahun tidak bertemu, Cawabup yang juga Ketua Forum PAUD Jawa Timur ini menyampaikan program penguatan Pendidikan Anak Usia Dini dan kesejahteraan Guru PAUD.

Menurutnya masih banyak yang harus diperhatikan untuk PAUD sebagai pendidikan paling dasar untuk mencetak generasi penerus bangsa.

BACA JUGA :  Silaturrahmi dengan Gapoktan Tanggulangin, Kelana Diminta Perhatikan Kesejahteraan Petani

“PAUD adalah dasar seorang generasi penerus bangsa menerima pendidikan, maka dari itu saya bersama Kelana Aprilianto akan memperhatikan betul pendidikan anak usia dini terutama kesejahteraan para guru PAUD di Sidoarjo untuk turut berkontribusi dalam cita-cita bangsa Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa”, ujar Dwi Astutik.

Bunda Dwi menambahkan Program PAUD harus didukung oleh CSR, bisa dengan menggandeng perusahaan yang berada di Sidoarjo untuk peduli pendidikan anak usia dini. Dana dari CSR nanti bisa diaplikasikan dalam bentuk program kegiatan untuk anak hingga beasiswa pendidikan anak usia dini.

BACA JUGA :  Korban Tenggelam di Sungai Buntung Taman Berhasil Ditemukan Tak Bernyawa

Program penguatan pendidikan dan kesejahteraan guru dari Paslon nomor 3 Kelana Aprilianto – Dwi Astutik, menarik dukungan dari Alumni S1 PAUD IKIP PGRI Sidoarjo. Nur Ulipa salah satu alumni mengungkapkan pemerintah daerah Sidoarjo harus memperhatikan kondisi PAUD terutama kesejahteraan gurunya yang masih jauh dari kata diperhatikan.

“Kami guru PAUD hanya mendapatkan 100 sampai 300 ribu dari gaji satu bulan, dan intensif dari dana APBD 350 ribu. Namun untuk intensif masih belum merata, karena tidak semua guru PAUD menerima bantuan dana intensif tergantung dari pihak lembaga PAUD masing-masing”, ujar Nur Ulipa

BACA JUGA :  Komisi A Minta Kembalikan Anggaran Kelurahan Yang Terkena Refocusing

Mewakili suara guru PAUD, Nur Ulipa berharap jika nanti Kelana Aprilianto- Dwi Astutik diamanati ke Pendopo, agar bisa memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD dan menguatkan PAUD sebagai dasar pendidikan anak generasi penerus bangsa.(st-12/cles)