Pusat Kewirausahaan di Tiap Kecamatan, Program Jitu Gus Muhdlor Agar UMKM Sidoarjo Naik Kelas

Oktober 24, 2020

(SIDOARJOterkini)- Sudah tidak diragukan lagi jika di Kabupaten Sidoarjo ada ribuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat kecil. Sayangnya, selama ini upaya untuk memajukan dan memasarkan hasil UMKM tersebut belum maksimal.

Dari 17 program unggulan pasangan Cabup-Cawabup Sidoarjo 2020 Muhdlor Ali dan Subandi, adalah pemberdayaan UMKM. Namun, apa saja langkah yang akan dilakukan paslon nomer urut 2 ini..?.

Tentu saja sebelum memasukkan pemberdayaan UMKM yang masuk di dalam 17 program unggulan. Gus Muhdlor (sapaan akrab Muhdlor Ali, red) sudah memetakan dan mengkaji lebih dalam pemberdayaan UMKM yang bisa diterapkan.

Selain memberikan stimulus berupa bantuan modal usaha mulai Rp 5 juta sampai 50 juta. Cabup-cawabup yang diusung PKB ini juga akan membangun pusat kewirausahaan yang nantinya bisa digunakan oleh UMKM.

Apalagi pandemi Covid-19 telah memukul hampir seluruh sektor perekonomian, tak terkecuali bagi UMKM di Sidoarjo. Kualitas perekonomian mulai menurun sebagai akibat dari dampak wabah virus corona tersebut.

BACA JUGA :  Perusahaan BHS Serahkan Sembako, Asbes dan Genting Untuk Korban Puting Beliung Desa Kloposepuluh

Gus Muhdlor menjelaskan, problem lapangan kerja yang menyusut, banyak karyawan dirumahkan. Imbasnya, daya saing usaha yang melemah.

Karena itulah, perlu support dari pemerintah daerah. “Maka perlu langkah-langkah konkrit untuk membangkitkan kembali ekonomi warga Sidoarjo,” ujar Gus Muhdlor.

Muhdlor menambahkan salah satu langkah yang disiapkannya adalah membangun pusat kewirausahaan di semua kecamatan yang ada di Sidoarjo. Selain untuk melahirkan banyak pengusaha muda baru, pusat kewirausahaan itu juga akan menjadi sarana untuk memastikan UMKM Sidoarjo bisa naik kelas.

Dari pantauannya selama ini, UMKM banyak jalan di tempat. Mau naik kelas terhambat akses modal, teknologi, kemudian tidak punya jaringan ke industri besar. Padahal, UMKM ini serapan lapangan kerja sampai 90 persen dari seluruh angkatan kerja.

BACA JUGA :  Rumahnya Ludes Terbakar, Pasutri Ini Menangis Haru Setelah di Datangi Istri Calon Bupati Sidoarjo

Dengan program pemberdayaan UMKM akan banyak melahirkan banyak pengusaha muda baru untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi ke depan. “Pusat kewirausaaan akan memfasilitasi semua kebutuhan seluruh warga di kampung-kampung yang ingin berwirausaha, mulai permodalan, perizinan, teknologi produksi, manajemen keuangan, sampai pemasaran,” papar Gus Muhdlor.

Pusat kewirausahaan juga bakal menjadi lokasi pelatihan digital agar pemasaran UMKM Sidoarjo semakin meluas dan membesar. UMKM yang ada Sidoarjo kemudian marketplace papan atas nasional. Bahkan skala global seperti Alibaba.

Gus Muhdlor-Subandi juga akan membangun skema pemasaran yang berskala global untuk UMKM Sidoarjo. Yakni melalui format business to business maupun langsung ke end user.

BACA JUGA :  Pembangunan Waduk Untuk Atasi Banjir di Tanggulangin Tak Masuk APBD 2021

Gus Muhdlor juga mengatakan pentingnya UMKM Sidoarjo untuk difasilitasi agar bisa berkolaborasi. Misalnya dengan klusterisasi UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Seperti UMKM di Korea yang mampu tumbuh besar, salah satunya dengan strategi co-branding atau brand bersama.

Pusat kewirausahaan yang ada di tiap kecamatan juga menjadi pusat literasi entrepreneurship yang memungkinkan warga setempat menjadi pengusaha. Pelaku UMKM juga lebih mudah mengakses, tak perlu jauh-jauh ke kota, karena pusat kewirausahaan akan hadir di tiap kecamatan.

Alumni Universitas Airlangga Surabaya ini mengakui dengan bantuan modal usaha serta dibangunnya pusat kewirausahaan ini adalah diharapkan 20 ribu UMKM yang ada di Sidoarjo naik kelas. (st12/cles)