KPU Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat Saat Pilkada Serentak 2020

Oktober 24, 2020

(SIDOARJOterkini) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan pelaksanaan pilkada serentak 2020 akan berlangsung aman dari penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan Nurul Amalia Komisioner KPU Jatim saat menjadi Narasumber Media Gathering yang digelar KPU Sidoarjo, Hotel Aston Jumat 23 Oktober 2020.

Indikasinya menurut Nurul, sampai hari ini tidak ditemukan klaster baru bagi penyelenggara maupun pemilih meski saat tahapan pemutakhiran data pemilih penyelenggara berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Saat pemutakhiran data pemilih tidak ada yang tertular corona meski penyelenggara diharuskan bertatap muka langsung dengan masyarakat,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya hal itu tak lepas dari upaya institusinya dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, baik pada penyelenggara maupun masyarakat terkait pelaksanaan Pilkada serentak di tengah pandemi covid-19.

Langkah itu akan diteruskan pada saat tahapan kampanye pasangan calon (paslon) yang tengah berlangsung saat ini hingga pada saat pelaksanaan pemungutan suara yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Di hadapan sekitar 50 wartawan yang menghadiri acara tersebut, Nurul mengatakan pihaknya sudah memformulasikan beberapa langkah taktis. Diantaranya soal regulasi usia KPPS dan juga keharusan bagi mereka untuk menjalani rapid test sebagai syarat utama sebelum menjalankan tugasnya.

BACA JUGA :  Perusahaan BHS Serahkan Sembako, Asbes dan Genting Untuk Korban Puting Beliung Desa Kloposepuluh

Selain itu petugas juga dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) mulai dari sarung tangan lateks, masker dan faceshield bahkan baju hazmat yang bakal dipakai oleh salah satu anggota KPPS yang melayani bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius.

Sedangkan bagi masyarakat yang datang ke TPS juga akan disediakan sarung tangan plastik, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta masker bagi mereka yang lupa membawa dari rumah serta cek suhu tubuh sebelum masuk ke area TPS.

BACA JUGA :  Kapolresta Sidoarjo : Ajak Masyarakat Jogo Sidoarjo Jelang Pilkades

KPU juga sudah merancang tata letak dan luasan tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi terjaminnya pelaksaan konsep phisycal distancing.

“Sekarang tinggal bagaimana kesadaran semua pihak untuk menjaga agar tidak sampai terjadi kerumunan di sekitar area TPS,” tandas Nurul.

Karena itulah ia minta pada para wartawan untuk membantu KPU dengan cara menginformasi hal itu ke publik demi tercapainya tingkat partisipasi tertinggi masyarakat dalam Pilkada. “Untuk Sidoarjo targetnya 77,5%,” pungkasnya.

Sementara itu, narasumber lainnya yang juga hadir dalam acara yang digarap Forum Media Sidoarjo dan KPU Sidoarjo, Tjuk Swasono mengingatkan peran pers dalam upaya mensosialisasikan Pilkada yang aman di tengah wabah corona itu.

Anggota Media Watch Jatim itu mengatakan saat ini jagad global dibingungkan dengan penetrasi para pelaku media sosial yang jauh lebih masiv dalam penyebaran informasi yang serajat kebenarannya sangat diragukan.

BACA JUGA :  Silaturrahmi dengan Gapoktan Tanggulangin, Kelana Diminta Perhatikan Kesejahteraan Petani

Meski faktanya lebih banyak hoaks yang diproduksi oleh penyedia informasi di media sosial tersebut namun tingkat kepercayaan masyarakat justru jauh lebih tinggi.

“Inilah yang sebenarnya menjadi musuh bersama para pelaku media massa mainstream saat ini,” ujarnya.

Karena itu para insan pers diminta untuk tetap menyajikan berita-berita yang akurat dan terpercaya termasuk soal pandemi covid dan pilkada sekalipun keberadaannya saat ini sudah tersaingi oleh para buzzer yang menggawangi media sosial.

“Ini fakta, sekarang ini masyarakat Eropa dan Amerika sudah mengalami titik jenuh terhadap informasi dari media sosial dan mereka sudah kembali meletakkan kepercayaannya pada media mainstream sebagai penyaji informasi yang benar,” pungkasnya. (cles)