Pj. Bupati Hudiyono Kunjungi 2 SDN Paling Terpencil di Sidoarjo

Oktober 21, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Dua SD Negeri yang lokasinya terpencil dari kota Sidoarjo, yakni SDN Gebang 2 Dusun Pucuk’an kecamatan Sidoarjo dan SDN Sawohan 2 dusun Kepetingan kecamatan Buduran di kunjungi Hudiyono, Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo.

Untuk menuju ke lokasi dua SDN tersebut harus melalui jalur air, karena jalur darat kondisinya jalannya kurang layak dan tidak bisa dilewati kendaraan biasa saat musim hujan. Jika lewat jalur air maka, harus naik perahu sekitar 45 menit perjalanan dari kota Sidoarjo menuju kedua SDN tersebut. Selasa, 20 Oktober 2020.

Berbeda dengan sekolah-sekolah lain, di Sidoarjo, dimana para siswa dimasa pandemi Covid-19 proses belajar mengajar bisa dilakukan secara daring. Di dua SDN ini, proses belajar daring tidak bisa berjalan maksimal karena terkendala sinyal internet. Rata-rata siswa juga tidak memiliki handphone.

BACA JUGA :  Kelana Astutik Akan Membuat Sungai dan Lingkungan Jadi Nyaman

Untuk mengejar kurikulum supaya tidak tertinggal, anak-anak tetap masuk sekolah seperti biasa hanya saja tidak penuh. Di SDN Gebang 2 misalnya, diberlakukan sekolah satu minggu masuk kemudian minggu berikutnya belajar di rumah dengan membawa tugas yang diberikan wali kelasnya.

Pj Bupati Hudiyono mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh guru-guru di dua SDN tersebut. Meski ditengah masa pendemi Covid-19 masih peduli terhadap nasib anak didiknya dengan mengajar tatap muka. Karena di kedua dusun ini penduduknya tidak ada yang terpapar Covid-19 dan kewaspadaaan warganya tinggi.

“Guru yang mengajar di sekolah SDN Gebang 2 ini ada 4 guru, jumlah siswa ada 27 anak. Mereka, guru yang mengajar disini dapat insentif dari pemerintah daerah. Keputusan belajar tatap muka di masa pademi ini atas dasar keputusan hasil musyawarah antara guru dengan para wali kelas. Jumlah siswa juga tidak banyak, satu kelas hanya terisi rata-rata 5 siswa saja.”, kata Hariyono Kepala Sekolah SDN Gebang 2.

BACA JUGA :  Perbaiki Sungai dan Drainase Untuk Atasi Banjir di RSUD Sidoarjo

Di SDN Gebang 2 Pucuk’an ada 6 ruang kelas yang terbagi dua gedung. Gedung pertama berdinding atap dan lantai keramik, dan gedung satunya mulai dari lantai hingga dindingnya dari kayu semua.

Kedatangan Pj Bupati Sidoarjo tersebut juga untuk memastikan penerapan protokol di sekolah berjalan dengan baik. Hudiyono minta agar jumlah tempat cuci tangan di setiap sekolah diperbanyak untuk menghindari siswa bergerombol.

“Ada tiga permintaan dari para guru dan masyarakat dusun Pucuk’an, pertama renovasi ruangan sekolah, fasilitas internet dan ketiga dibangunnya akses jalan darat yang menghubungkan dusun Pucuk’an dengan dusun lainnya, seperti ke dusun Kalikajang dan dusun Kepetingan. Pemkab sudah melakukan pemavingan namun belum seluruhnya masih belum sambung, hasil kunjungan ini nanti akan kita bahas bersama dengan dinas-dinas terkait.”, kata Hudiyono.

BACA JUGA :  Pj Bupati Sidoarjo Tindak Lanjuti Arahan Gubernur Jatim Saat Penyerahan DIPA dan TKDD 2021

Dusun Pucuk’an masuk dalam wilayah kelurahan Gebang kecamatan kota Sidoarjo. Dusun ini terletak paling ujung timur wilayah Sidoarjo, dengan jumlah penduduk 153 orang, 47 kepala keluarga (KK). Mayoritas penduduknya mata pencahariannya sebagai nelayan ikan. Akses internet belum masuk dan jalan darat tidak bisa dilewati jika musim hujan.

Agak berbeda dengan SDN Sawohan 2, seluruh bangunan sekolah ini sudah terbuat dari dinding dan relatif luas. Sekolah SDN 2 Sawohan jadi satu sama SMPN Satu Atap Buduran. Dusun kepetingan termasuk wilayah kecamatan Buduran. Hanya saja, kendalanya sama dengan SDN Gebang 2 jaringan internet kurang bagus.” (adv/cles)).