Pemberdayaan Petani, Cabup Gus Muhdlor Janjikan Satu Traktor Tiap Kelompok Tani

Oktober 21, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Ahmad Muhdlor Ali Calon Bupati Sidoarjo hadir langsung ke Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, untuk menyapa para petani dan meninjau lahan sawah di tempat tersebut.

Mendapat Kunjungan dari Calon Bupati Nomor 2 itu, Suntono perwakilan Kelompok Tani Desa Wonokarang menyampaikan,
para petani desa Wonokarang sering kekurangan pupuk bersubsidi. Sedangkan untuk membeli pupuk non subsidi harganya mahal. Rp 260 ribu.

“Setiap 1 Haktar sawah, memakan 3 Kwintal Pupuk, sekarang hanya di jatah, 1,3 Kwintal. Kami sangat berharap kepada Gus Muhdlor ini, ketika menjadi bupati dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani,” Kata Suntono saat menyampaikan keluhannya di hadapan Gus Muhdlor, Selasa. 20 Oktober 2020.

BACA JUGA :  Unusida Wisuda 230 Mahasiswa, Rektor : Kita Mendapat Predikat Terbaik ke-8 PTNU se-Indonesia

Suntono menceritakan, petani di desa Wonokarang, ketika masuk musim tanam, atau ketika ingin membajak sawahnya, harus meminjam traktor kepada desa lain, sehingga harus menunggu giliran jadwal tanam.

“Makanya kami sangat berharap betul kepada Gus Muhdlor, nanti bisa menyediakan traktor setiap kelompok tani, termasuk juga mesin penggiling padi,” harapannya.

Mendapat curhatan dari petani, Cabup Gus Muhdlor berjanji akan memperhatikan kebutuhan petani. Salah satunya dengan menjamin ketersediaan pupuk, traktor dan pengukuran kesuburan tanah.

BACA JUGA :  Kiat Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono Menjaga Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

“Kedepan pemerintah harus hadir dan responsif dengan menyediakan teknologi traktor setiap kelompok tani. Termasuk menambah jatah pupuk bersubsidi untuk petani,” Katanya.

Paslon dengan nomor urut 2 itu, menambahkan bahwa, secara logika, dengan berkurangnya lahan hijau atau pertanian, seharusnya ketersediaan pupuk semakin banyak. Tetapi faktanya persediaan pupuk bersubsidi kepada petani masih belum cukup.

“Saya akan mendorong penambahan jatah pupuk untuk sidoarjo. Termasuk mengawasi pendistribusian pupuk, jangan sampai ada penyelewengan,” ucapnya.

Selain itu, Gus Muhdlor yang berpasangan dengan H. Subandi juga menanggapi kebiasaan lama, ketika musim panen, harga beras selalu anjlok.

BACA JUGA :  Dua Motor Tabrakan di Jalan Seduri Balongbendo, 4 Korban Jalani Perawatan Medis

Maka dari itu, untuk menjaga stabilitas harga harus ada perpaduan dari semua stakeholder. Mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Nanti di desa juga harus ada BUMDes yang dapat menampung hasil produksi dari petani. Dan para petani juga wajib di berikan edukasi, agar tidak sembarang dalam menjual hasil taninya. Termasuk asuransi bagi petani,” pungkasnya (pung/cles).