Gus Muhdlor Adalah Santri, Saatnya Sidoarjo Dipimpin Santri

Oktober 21, 2020

SIDOARJO- Sebagai Kota Santri, sudah sepantasnya jika Kabupaten Sidoarjo dipimpin santri. Santri yang dimaksud dalah Calon Bupati (Cabup) Ahmad Muhdlor Ali yang berpasangan dengan Cawabup Subandi.

Hal ini diungkapkan Koordinator Daerah (Korda) Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (Jarmunu) Sidoarjo, Abdul Mughis, Rabu (21/10/2020). “Gus Muhdlor (sapaan Ahmad Muhdlor Ali,red) adalah santri tulen sudah saatnya memimpin Sidoarjo,” jelasnya.

Mughis menambahkan, Gus Muhdlor merupakan representasi dsri keterwakilan santri dalam Pilkada Sidoarjo. Karena itu, sangat wajar bila santri yang ada di Sidoarjo memilih Paslon nomer urut 2 yang diusung PKB tersebut.

Kenapa Gus Muhdlor dikatakan santri tulen?, Abdul Mughis mengaku paham betul rekam jejaknya. Sejak usia dini, putra KH Ali Maskuri tersebut sudah berada di pondok.

Bukan hanya mondok di Lirboyo, Kediri saja, Gus Muhdlor juga bisa dikatakan sebagai pemangku Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat. “Sudah tidak diragukan lagi jika Gus Muhdlor adalah santri,” ujar Mughis.

BACA JUGA :  Minim Kontribusi, PD Aneka Usaha Hanya Sumbang PAD Rp 220 Juta Dalam Satu Tahun

Jika nanti Gus Muhdlor jadi Bupati Sidoarjo, tentu saja akan lebih memerhatikan santri. Alumnus Unair Surabaya juga sudah memaparkan kebijakan yang akan lebih mensejahterakan santri dengan memberi insentif guru ngaji.

Cabup Sidoarjo Gus Muhdlor

Selain itu, masih banyak lagi program untuk pemberdayaan SDM santri yang akan dilakukan oleh Gus Muhdlor-Subandi. “Sidoarjo Kota Santri dan yang jadi bupati juga santri,” pungkas Mughis.

Sebelumnya, Gus Muhdlor mengatakan
tanggal 22 Oktober menjadi istimewa bagi kalangan santri. Tepat pada tanggal dan bulan itulah menjadi momen tercetusnya ‘Resolusi Jihad’ yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Umat Islam dan para santri membela negara di medan laga setelah Rais Akbar NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari mendeklarasikan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Dari resolusi jihad tersebut kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945, kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

BACA JUGA :  Pemotor Asal Kemangsen Alami Gegar Otak, Usai Motornya Tabrak Tanggul Jalan Penambangan Balongbendo

Gus Muhdlor menjelaskan peringatan Hari Santri mengingatkan kembali bagaimana umat Islam, ulama atau kiai, dan santri berjuang dengan hukumnya wajib untuk mempertahankan kemerdekaan. “Oleh karena itu, peringatan Hari Santri 2020 secara khusus mengusung tema ‘Santri Sehat Indonesia Kuat,” tandasnya.

Alumnus Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri itu mengajak seluruh santri pada khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk memaknai lebih dalam di peringatan Hari Santri ini.

Gus Muhdlor memaknai lebih dalam Hari Santri adalah dulu umat Islam dan santri berjuang, berusaha, dan bekerja keras untuk mempertahankan kemerdekaan. Namun, saat ini harus berusaha dan bekerja keras mengisi pembangunan secara baik.

BACA JUGA :  Anggota Banggar DPRD Sidoarjo Sesalkan Dinas Hanya Anggarkan Untuk Kegiatan Rutin

Karena itu, Gus Muhdlor mengingatkan kepada para santri untuk terus dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Santri melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya, itu merupakan hal yang pasti.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, selalu mematuhi anjuran pemerintah. Mulai membiasakan cuci tangan, pakai hand sanitizer, pakai masker, jaga jarak atau tidak berkerumun dan lainnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Di tengah pandemi Covid-19 ini, mari jaga kesehatan keluarga dan orang lain. Begitu juga sebaliknya, orang lain juga harus patuh dengan anjuran yang ada,” pungkas cabup yang punya 17 program unggulan untuk memajukan Sidoarjo dan menyejahterakan rakyat Sidoarjo kedepan. (pung/cles)