Di Kampung Tahu Sidoarjo, H. Subandi Janjikan Modal Usaha Rp. 50 Juta dan Permudah Perijinan

Oktober 16, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Calon Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi kembali mengunjungi Desa Tropodo Kecamatan Krian. Desa Tropodo dikenal dengan sebutan “kampung tahu” karena dalam satu desa ada sekitar 26 home industri pembuatan tahu.

Hadi Sucipto Pengusaha Tahu dari Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian mengaku saat ini para pelaku home industri tahu dan susu sapi sangat membutuhkan tambahan permodalan.

Apalagi di masa pandemi covid-19, penjualan tahu maupun susu sapi perah mengalami penurunan secara drastis.

“Kami sangat menyambut baik, program dari Pak Bandi yang akan memberikan hibah modal usaha sampai Rp. 50 juta, karena di sini (desa tropodo) sejak dulu memang terkenal dengan banyaknya home industri, sehingga dengan program tersebut sangat membantu kami,” Kata Hadi Sucipto saat usai silaturahmi di kediamannya, Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kamis 15 Oktober 2020.

Safira pelajar asal Desa Tropodo juga mengeluh soal akses permodalan, menurutnya, banyak anak muda yang berminat untuk berwirausaha. Tapi kendala utamanya adalah tidak memiliki modal usaha.

“Banyak anak muda disini yang mau membuka usaha, tapi terkendala modal, mau mengajukan pinjaman ke bank, tidak ada yang mau dijadikan jaminan, makanya saya berharap banyak kepada abah Subandi untuk memperhatikan anak muda,” Katanya.

Menanggapi hal tersebut, H. Subandi Cawabup yang diusung dari PKB itu menyampaikan, kedepan akan banyak bantuan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), Baik bantuan khusus, maupun hibah.

Dengan bantuan tersebut diharapkan sebagai stimulus agar usahanya tidak sampai gulung tikar. Paslon Gus Muhdlor-Subandi sudah menyiapkan solusinya dengan KURMA (Kredit Usaha Perempuan Mandiri), dan 20.000 UMKM Naik Kelas.

“Dengan cara melakukan pembinaan, pengawasan dan bantuan modal. Kami nanti akan bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melakukan pendampingan, termasuk memberikan pelatihan bagi anak muda siap kerja, sesuai dengan kebutuhan industri,’ ungkap bapak dua anak ini.

Terkait program KURMA itu bentuk realisasinya melalui dana hibah yang diberikan kepada kelompok usaha perempuan, sekaligus memberikan pendampingan dalam promosi, administrasi dan juga dalam hal perijinan.

“Tujuan dari pendampingan usaha ini untuk mencetak pengusaha yang profesional. Dan juga pengembangan desa kedepan itu juga akan disesuaikan dengan potensi yang ada di desa tersebut, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas mantan kades pabean, Sedati itu. (Pung/cles).