Kelana – Dwi Astutik Siap Hidupkan Kampoeng Seni Jadi Ikon Kota Sidoarjo

Oktober 13, 2020

 

Mahmud Yunus, pendiri Kampoeng Seni Sidoarjo

(SIDOARJOterkini)  – Saat kota-kota lain sedang gencar membangun citra sebagai kota kreatif, namun sayang Kampoeng Seni di Sidoarjo mati suri. Ibarat peribahasa mati enggan hidup pun tak mau. Kampung yang berada di Pondok Mutiara Blok CG 7, Sidoarjo, memang sempat berjaya di awal tahun berdiri 2006. Namun di tahun 2008 Kampoeng Seni mulai ditinggalkan oleh para penghuninya, semula ada 30 seniman hingga saat ini hanya tersisa 9 saja yang bertahan.

Mahmud Yunus, pendiri Kampoeng Seni saat ditemui dilokasi, Senin (12/10/20), mengatakan jika kondisi Kampoeng Seni memang lama mati suri. Hanya sebagian aktivitas sehari-hari yang tampak, seperti kegiatan menyablon yang melibatkan anak-anak jalanan, ada juga cafe yang diisi oleh produk UMKM ibu-ibu.

“Dulu disini bahkan ada seniman lukisan tornama yang sedang naik daun, tapi sekarang kegiatan yang ada ya hanya ini saja. Memang kadang ada orang yang foto prewed disini nggak masalah, disini gratis. Apapun kegiatannya yang penting positif. Baru- baru ini saya dan teman-teman juga menampilkan karya pementasan padang bulan, rencananya akan ada tiap beberapa bulan, agar kampong seni ini bisa eksis kembali,” tutur pria asli Sidoarjo tersebut.

Dengan adanya kontestasi politik 9 Desember mendatang, bagi Yunus akan menjadi momentum bagaimana para Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati mampu menggaet suara seniman yang ada di kota petis. Menurutnya permintaan seniman ini tidak banyak, hanya ingin para seniman lebih diperhatikan.

“Saya harap calon pemimpin ini bisa lebih memperhatikan para seniman, budayawan, karena ini merupakan aset yang bisa dinikmati oleh semua elemen. Lewat sentuhan pemerintah, bisa mengajak masyarakat datang kesini maupun para wisatawan,” harapnya.

Sejalan dengan harapan para seniman di Sidoarjo, salah satu program Kelana – Dwi Astutik adalah pelestarian budaya. Paslon nomer urut tiga ini mempunyai program unggulan untuk memajukan kesenian yang ada di kota delta.

Dikatakan Cawabup Dwi Astutik, jika kesenian akan menjadi fokus paslon Sidoarjo Makmur. Jika memang diamanahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati, maka dirinya akan menyinergikan antara pelaku budaya dengan pemerintah.

“Kami akan berupaya menjaga dan mempertahankan kearifan budaya lokal untuk itu perlu adanya sinergitas yang terbangun bersama pemerintah. Kami Paslon Kelana – Dwi Astutik tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik saja yang diperhatikan. Infrastruktur sosial dan kearifan lokal juga harus diperhatikan,” tegas Cawabup yang akrab disapa Bunda Dwi.

Bagi Dwi Astutik kemajuan kearifan lokal juga pasti akan mengangkat pariwisata setempat. Maka dari itu Bersama Kelana – Dwi Astutik (BerKelas) akan mengupayakan program untuk para budayawan di Sidoarjo. Diantaranya jika diamanahkan menduduki kursi pendopo, maka Kelana – Dwi Astutik akan mendukung aspek manajerial pengelolaan dibawah lembaga kesenian terkait agar kampung tersebut tidak sepi dari kegiatan. Karena itu aktivitas seni di Sidoarjo bisa disentralkan di Kampoeng Seni.

Ditambahkan Dwi Astutik agar kesenian di Sidoarjo bisa bersemi kembali, maka para seniman dan pemerintah akan berjuang bersama membangun industri kreatif agar lebih kekinian dan dinamis.

“Kampoeng Seni bisa menjadi ikon Sidoarjo kedepan. Tempat dimana menjadi sentra budaya kesenian dan bisa menjadi berkumpulnya para UMKM. Jadi masyarakat dan wisatawan bisa menikmati seninya juga bisa menikmati produk UMKM yang ada disini, selain memajukan kesenian juga membantu perekonomian,” pungkasnya.(st-12/cles)