Pj. Bupati Sidoarjo Ucapkan Selamat ke Gubernur Khofifah Atas Diraihnya Provinsi Jatim Sebagai Provinsi Kinerja Tertinggi

Oktober 11, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai provinsi kinerja tertinggi atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) tahun 2019, dari Laporan Penyelengaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan atas prestasi tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Grahadi Minggu 11 Oktober 2020.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono menyampaikan ucapan selamat atas diraihnya penghargaan kinerja tertinggi oleh pemerintah provinsi Jawa Timur.

“Penghargaan ini adalah kado spesial bagi provinsi Jawa Timur saat peringatan hari jadinya yang ke 75,”ungkap Hudiyono.

Menurut Hudiyono, keberhasilan pemprov Jatim ini menjadi motivasi bagi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang telah diamanahkan gubernur Jawa Timur. Mulai dari penanganan Covid-19 hingga mengawal pelaksanaan program kerja yang sudah dirancang.

Gubernur Jawa Timur saat Melantik Dr Hudiyono MSi sebagai PJ Bupati Sidoarjo

Hudiyono mengaku sudah memiliki rencana strategis dalam mengawal pembangunan di Sidoarjo. Menurutnya, program kerja yang dirancang Pemkab Sidoarjo sudah bagus. Oleh karena itu yang diperlukan agar semua berjalan lancar adalah sering-sering turun ke lapangan.

“Strategi yang saya lakukan dengan sering-sering turun ke lapangan, mengecek langsung. Mulai dari pelayanan kepada masyarakat hingga perbaikan tempat publik saya harus tahu sendiri di lapangan. Saya tidak mau hanya mendapat laporan saja”, kata Hudiyono.

Bagi Hudiyono yang paling penting adalah masyarakat bisa terlayani dengan baik, sekecil apapun keluhan dari masyarakat harus mendapat jawaban dan respon cepat dari dinas terkait.

Perkembangan Covid-19 di Sidoarjo saat ini zona orange dengan tingkat rate transmission 1,8 persen. Hudiyono tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran sampai dibawah 1 persen, selanjutnya mempersiapkan diri menuju zona kuning.

Diantaranya memastikan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Saat ini sudah kita lakukan langkah-langkah mempersiapkan sekolah tatap muka, bila nanti Sidoarjo berubah jadi zona kuning sekolah-sekolah sudah siap menyelenggarakan belajar tatap muka”, ujarnya.

Hudiyono mengaku mendapat banyak laporan dari para orang tua wali murid yang menginginkan untuk segera diberlakukan sekolah tatap muka. Namun pihaknya masih melihat kondisi Sidoarjo saat ini belum memungkinkan. (cles)