Ditangan Letjen Doni Monardo, BNPB Menjadi Institusi yang Egaliter dan Produktif

Oktober 10, 2020

 

Esa Tjatur Setiawan, Ketua Bidang Organisasi dan Jaringan Forum Wartawan Jakarta

(SIDOARJOterkini) – Semenjak Corona Virus resmi dinyatakan melanda dunia dan masuk indonesia pada 4 Maret 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi institusi setingkat kementerian yang paling sibuk mengurusi Covid 19 di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran Letjen Doni Monardo sejak menjadi Kepala BNPB dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Jenderal bintang tiga, mantan Komandan Kopassus yang kaya prestasi itu tak lama setelah dilantik, sebagai Kepala BNPB harus menjadi komandan Satgas Perceptan Penanggulangan Covid 19, sebagaimana tertuang dalam Perpres No 2/ Maret 2020, menyusul pandemik Covid-19 melanda Indonesia.

Sehingga mantan Komandan Paspampres dengan BNPB yang dipimpinnya harus mensosialisasikan penerapan standar protokoler kesehatan dunia (WHO) secara nasional. Bersama institusi dan kementrian lainnya, BNPB juga harus bekerja keras dalam berbagai hal, termasuk kerjasama dengan BIN dan Unair dalam rIset menemukan vaksin Covid 19.

Bersama kementrian BUMN, UMKM, dll BNPB turut langsung mendorong pertumbuhan ekonomi dimasa new normal termasuk pengawalan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di sejumlah wilayah red zone. BPNPB bahu membahu dengan pemerintah daerah. BNPB tercatat sebagai institusi terdepan banyak menerima sekaligus menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah kawasan korban bencana dalam bentuk, baik distribusi APD, alat kesehatan, obat obatan, maupun makanan serta mengirim sejumlah mobil lab berikut tenaga medis ke sejumlah daerah.

Cukup? Ternyata tidak. BNPB juga mesti turun langsung dan mengajak seluruh insan Pers untuk bahu membahu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya penegakan protokoler kesehatan bagi masyarakat.

“AdaTiga hal yang harus dijaga dan dilakukan yaitu Iman, Imun, Aman sebagai jurus melawan covid-19 yang dianjurkan,” kata Doni. Secara iman, kita harus tetap memiliki keyakinan dan selalu berdoa bahwa ada Tuhan yg mengatur alam semesta ini. Secara Imun. Kita harus mekan asupan yang sehat dan betgisi, termasuk vitamin utk menjaga daya imun. Serta untuk aman, maka pakailah masker, selalu cuci tangan setiap hari dan jaga jarak sosial distancing,” ujar Doni.

Sikap egaliter dan produktif BNPB tidak lepas dari karakter leadership Doni Monardo. Bagaimana Doni merangkul semua elemen bangsa, membicarakan solusi dan mengajak berkontribusi secara humanity. Semua orang didengar untuk solusi besar tanpa prejudise. Hal ini terlihat dari semua legacy yang melekat pada diri Doni sejak jadi Pangdam Patimura.

Di Ambon Doni berhasil meredam konflik horisontal bernuansa keagamaan dan mengubah konflik menjadi kekuatan hingga sukses dengan program Mas Biru dan Mas Putih. Saat menjadi Pangdam III Siliwangi, Doni menggagas pemulihan Sungai Citarum dan ekosistemnya. Teranyar, melalui Bimtek dengan wartawan dan insan Pers ini, juga representasi BNPB sebagai institusi yang egaliter dan produktif.

Kedekatan Doni dengan Pers, menjadikan media merasa sangat dihargai. Membangun subordinasi kerjasama dan kolaborasi dengan kesetaraan, bermartabat. Tanpa ada kesan saling menggurui. Kepemimpinan seperti Letjen Doni Monardo sangat kapabel dan layak menjadi garda terdepan pemimpin yang harus diapresiasi positif oleh kita semua, selama pandemik.

(Penulis : Esa Tjatur Setiawan, Ketua Bidang Organisasi dan Jaringan Forum Wartawan Jakarta (FWJ)