Silaturahmi ke Ponpes Bahrul Ulum Watugolong, Ini Pesan Gus Ubaid Kepada Gus Muhdlor

Oktober 9, 2020

Gus Muhdlor ditemui oleh keluarga besar KH SahlanTholib

(SIDOARJOterkini) – Sebagai Calon Bupati Sidoarjo 2020 yang berlatar belakang santri, tentunya sudah lumrah jika Muhdlor Ali bersilaturahmi ke Kyai dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Cabup yang akrab disapa Gus Muhdlor juga bersilaturahmi ke keluarga besar KH Sahlan Tholib pendiri Ponpes Bahrul Ulum Sahlaniyah di Dusun Sidorangu Desa Watugolong, Kec Krian Rabu (7/10/2020).

Gus Muhdlor yang berpasangan dengan Cawabup H. Subandi itu diterima di rumah induk ‘Ndalem Kesepuhan’  KH Sahlan Tholib, yang kini ditempati oleh keluarga KH Nur Hasan Syamsul Arifin bin KH Sahlan Tholib. Rumah induk itu berada berada di depan pintu gerbang pondok.

Di Ndalem Kesepuhan, Gus Muhdlor tiga bersaudara dari putra KH Nur Hasan Syamsul Arifin. Yakni Gus Muhammad Yusuf Alfattah, Gus Muhammad Yunus dan Gus Ubaidillah, Gus H. Ma’ruf bin KH Yasin, yang semuanya cucu dari KH Sahlan Tholib dan puluhan alumni santri pondok pesantren setempat.

Gus Ubaidillah salah satu cucu KH Sahlan Tholib mengatakan, kedatangan Gus Muhdlor ini suatu kehormatan dan juga semakin mengeratkan tali silaturrahim antar keluarga. Apalagi Cabup Sidoarjo nomer urut 2 tersebut juga merupakan santri.

Gus Muhdlor berziarah ke makam KH Sahlan Tholib

Ia mengapresiasi dan mendukung dalam Pilkada Sidoarjo 2020 ini, Gus Muhdlor maju sebagai cabup. Tentunya, bersama keluarga, sesama santri, para alumni pondok akan mendoakan dan mendukung Gus Muhdor memenangkan Pilkada Sidoarjo 2020. “Kami sekeluarga, para alumni dan lainnya akan mendukung, dan Gus Muhdlor bersama H. Subandi wakilnya, memenangkan Pilkada Sidoarjo 9 Desember mendatang,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Ubaid itu juga berpesan kepada Gus Muhdlor, jika terpilih menjadi bupati, program untuk kemajuan pesantren, menjadi program perioritas. “Di Sidoarjo banyak pesantren, harus tetap dipertahankan, diberdayakan dan maju,” pesannya.

Sementara Cabup Gus Muhdlor mengatakan, silaturrahmi dengan pondok pesantren terus dibangun. Berdirinya pondok pesantren pasti ada sejarah dan jangan sampai dilupakan sejarah yang ada.

Pendiri pondok pesantren jaman dahulu hingga eksis dan terpelihara sampai saat ini, mempunyai sejarah yang sangat berarti dan manfaat bagi masyarakat dan juga NKRI.

Dalam sejarah Sidoarjo banyak pondok pesantren, banyak ulama, terkenal kota santri. Semua warisan yang ada dari para ulama harus dijaga dan dipertahankan. “Maju pondoknya dan intelektual santrinya,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu, banyak pendiri pondok pesantren yang berjasa ikut membela negara. Seperti halnya perjuangan Mbah KH Sahlan Tholib. “Beliau figur yang patut dicontoh dan diteladani dalam kehidupan semasa hidup beliau,” tukasnya.

Selain itu, Gus Muhdlor dalam kesempatan itu minta doa restu dan masukan dalam membangun Sidoarjo bila nanti terpilih sebagai Bupati Sidoarjo. Apalagi, kultur Sidoarjo yang melekat dengan kota santri, sehingga kebijakan-kebijakan yang akan dijalankan tentunya juga harus mendengarkan masukan dari para Kyai.

Usai bersilaturrahmi ke keluarga besar penerus KH Sahlan Tholib, Gus Muhdlor juga melakukan ziarah ke Maqbarah KH Sahlan Tholib dan Ny. Hj Mudrikah yang berada di depan masjid. “Semoga doa dan keinginan Gus Muhdlor menjadi pemimpin di Sidoarjo, dikabulkan oleh Allah SWT,” timpal Gus Yusuf dengan diamini putra dari KH Agoes Ali Masyhuri itu. (pung/st-12/cles)