Ibu-ibu PB dan Muslimat Porong Sambut Baik Program Insentif Plus Guru Ngaji dari Gus Muhdlor-Subandi

Oktober 7, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Insentif Plus Guru Ngaji dan Agama merupakan salah satu dari 17 program Paslon Ahmad Muhdlor Ali – Subandi.

Gus Muhdlor saat menyampaikan program insentif plus guru ngaji dan agama berupa tambahan honor bulanan, bantuan seragam, bantuan buku atau media ajar lainnya mendapat sambutan hangat dari ibu-ibu Perempuan Bangsa (PB) Kecamatan Porong.

Nur Anisah Ketua PB PKB Kecamatan Porong mengatakan program tersebut sangat bagus, karena guru ngaji atau madin selama ini kurang begitu mendapat perhatian dari pemerintah.

“Padahal keberadaan guru ngaji atau madin sangat penting, untuk mendidik generasi muda yang berkarakter dan religius,” katanya saat di konfirmasi, Rabu 7 Oktober 2020.

Lebih lanjut Anisah menambahkan kalau para pendidik secara kehidupan sudah lebih sejahtera, maka secara otomatis dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan guru ngaji dan guru agama.

“Untuk mewujudkan itu, Paslon Gus Muhdlor-Subandi harus menang, ibu-ibu Muslimat dan Fatayat kompak dan semangat untuk menangkan calon yang diusung dari PKB,” ucapnya.

Selain kader perempuan bangsa, Muslimat dan Fatayat, Nur Anisah menyampaikan bahwa sudah melakukan kordinasi dengan beberapa organisasi guru, dan jam’iyah sholawat Nariyah.

“InsyaAllah kami satu visi-misi, kompak dan semangat untuk memperjuangkan dan memenangkan Gus Muhdlor-Subandi, karena rata-rata di Porong gerakan guru untuk paslon Sidoarjo MAS,” ucapnya

Sementara Gus Muhdlor dalam acara Konsolidasi di kecamatan Porong menyampaikan beberap program kerja Sidoarjo MAS. Karena ia tidak mau hanya sekedar pokok e pendopo harus ijo, tapi ada visi – misi yang jelas untuk Perubahan sidoarjo. “Ijo Pendopone, rakyate makmur bersama Gus Muhdlor-Subandi,” jelasnya.

Alumnus Unair Surabaya itu juga menjelaskan 17 Program Kerja yang akan dilakukan, salah satunya yang disebutkan adalah UHC (Universal Health Coverage), akses kesehatan gratis untuk masyarakat sidoarjo.

“Ternyata anggarannya tidak terlalu besar hanya Rp. 175 Miliar, sangat bisa dilakukan di Sidoarjo,” ungkapnya.

Kemudian program 10 ribu beasiswa kuliah, dan peningkatan insentif plus untuk guru ngaji dan agama, saat ini memang terkait dengan guru TPQ, dan guru agama belum terdata dengan rapi, “pendataan itu yang akan kami lakukan, kemudian program peningkatan kesejahteraan guru TPG, Madin dan lainnya dapat dilaksanakan,” pungkasnya. (pung/cles)