Prioritas Kerja Paslon “Sidoarjo MAS”, Pemulihan Ekonomi dan Membuka 100.000 Lapangan Kerja

Oktober 3, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi menjadi program prioritas dari Paslon yang diusung PKB di Pilkada Sidoarjo, Yaitu Ahmad Muhdlor Ali-Subandi.

Hal itu disampaikan saat Launching “17 Program Kerja Sidoarjo MAS” di Rumah Pemenanga Gus Muhdlor – Subandi di Perum Taman Pinang Sidoarjo, Kemarin, 02 Oktober 2020.

Salah satu program yang sudah disiapkan membuka 100.000 lapangan kerja baru, sebab saat ini yang sangat diinginkan oleh masyarakat ialah kebangkitan perekonomian.

“Gelombang PHK, Banyak Karyawan dirumahkan, makanya pemerintah harus hadir untuk memberikan kebijakan yang dapat membantu mereka, salah satunya program yang kami siapkan, membuka 100 ribu lapangan kerja baru,” Kata Gus Muhdlor Ali.

Ketersediaan lapangan kerja untuk 4,72 persen angka pengangguran terbuka ini memang dibutuhkan kerja cepat, dan tepat. Apalagi jumlahnya bisa saja bertambah dengan adanya pandemi.

Paslon dengan nomor urut 2 itu menjelaskan, membuka lapangan kerja menjadi tujuan utama. Sebab bukan hanya menaikkan kesejahteraan, tetapi menjadi roda meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Dan terlebih nanti, bisa menjadi trigger (pemicu) secara bertahap naiknya sistem kesehatan dan pendidikan di Sidoarjo,” jelas alumni FISIP Unair ini.

Ditegaskannya, program 100.000 lapangan kerja baru ini menjadi mungkin karena saat ini ada 6.000 industri di Sidoarjo, utamanya di bidang pengolahan. Industri pengolahan ini merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja, padat karya, bukan padat modal.

“Program 100.000 lapangan kerja itu bukan mustahil. Karena akan dilakukan secara bertahap selama lima tahun atau 3,5 tahun. Apalagi posisi wilayah Sidoarjo yang strategis. Sehingga memudahkan kita untuk mencapai target tersebut,” jelas Putra KH. Agoes Ali Mashuri itu.

Gus Muhdlor menyatakan target itu bisa diraih asal ada sinergi yang baik. Dia lalu menyebut konsep Pentahelix, yakni kolaborasi lima unsur. Yaitu pemerintah, masyarakat, investor, akademisi dan media.

“Tanpa kolaborasi lima unsur, Sidoarjo tidak bisa optimal dalam melaksanakan program tersebut,” tandasnya.

Dia pun mencontohkan bagaimana mencitrakan Sidoarjo sebagai suatu wilayah yang “ramah investasi”, yang kemudian bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo.

Sementara, “17 Program Kerja Sidoarjo MAS” secara rinci yakni, 100.000 lapangan kerja baru, BPJS Kesehatan Gratis seluruh warga, Makanan Gratis setiap hari untuk warga miskin, 10.000 Beasiswa Kuliah, Insentif Plus Guru ngaji dan Guru Agama, Modal Usaha Mikro Perempuan Rp 5 Juta-Rp 50 Juta.

Kemudian, Operasional RT Rp 6 Juta pertahun, 20.000 UMKM Naik Kelas, Penataan Kota dan Transportasi terpadu urai kemacetan, Tingkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan, Tingkatkan kesejahteraan GTT, Guru Swasta dan Tenaga Honorer,

Juga Youth Center Bangun Kreativitas anak muda, 2.000 Warung Rakyat Direnovasi, Tingkatkan ADD dan Kesejahteraan Aparat Desa, 24 Jam Pengaduan Rakyat respon cepat, Reformasi Perijinan, dan Perluasan Ruang Terbuka Hijau.(pung/cles).