Tokoh Lintas Agama Sidoarjo Dukung Gus Muhdlor-Subandi di Pilkada 2020

Oktober 2, 2020

 

Tokoh Lintas Agama Sidoarjo saat memberikan dukungan untuk Paslon Gus Muhdlor-Subandi di Pilkada 2020

(SIDOARJOterkini) – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali – Subandi kembali mendapat dukungan untuk memenangkan Pilkada 2020.

Kali ini, dukungan untuk Paslon nomor urut 2 itu datang dari tokoh lintas agama dan aktivis pluralisme di Kota Delta.

Pertemuan dan silaturahmi dalam memberikan dukungan ini dihadiri langsung Iryanto Susilo (Katholik), Hengki (Konghucu), Dedik Yusak (Kristen), Bambang Wahyudi (Penghayat Kepercayaan), Amrul Haq (Islam).

Fatihul Faizun (IKA PMII Sidoarjo) dan Korda Jarmunu Sidoarjo Abdullah Mughis di Rumah Kayu Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Lebo Sidoarjo.

“Kedatangan kami ini untuk bersilaturrahmi dengan Gus Muhdlor-Subandi sebagai cabup-cawabup sidoarjo. Karena kami melihat dari visi-misi dan komitmen untuk sidoarjo, sama dengan apa yang telah kami perjuangkan selama ini,” Kata Amrul Haq saat dikonfirmasi, Kamis malam 01 Oktober 2020.

Dalam silaturahmi ini, tokoh lintas agama juga menyampaikan beberapa aspirasinya. Salah satunya terkait dengan kerukunan umat beragama yang selama ini sudah berjalan relatif kondusif di Sidoarjo.

“Kerukunan antar umat beragama yang selama ini sudah terbangun, harus tetap terjaga,” harapnya.

Disisi lain, Amrul Haq berharap nanti ketika sudah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor – Subandi tidak membuat kebijakan yang dapat mengganggu kenyamanan beragama.

Dan juga, nanti harus dapat memposisikan sebagai warga yang sama-sama memiliki hak konstitusi yang wajib dijamin dan dilindungi demi mewujudkan cita-cita bangsa dalam bingkai kebhinnekaan.

“Keberagaman yang ada di Sidoarjo, harus saling menghargai dan menghormati antar sesama,” jelasnya.

Setelah mendapat dukungan dan aspirasi dari kalangan tokoh lintas agama, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyampaikan akan berkomitmen untuk tetap menjaga prinsip kerukunan umat beragama demi keutuhan NKRI.

“Kabupaten Sidoarjo jangan sampai disusupi dengan gerakan-gerakan radikalisme yang membawa isu agama yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Gus Muhdlor yang juga sebagai Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu, menegaskan kebhinnekaan dan keberagaman adalah yang utama. Urusan politik nomor kesekian.

Sebab, lanjutnya menjaga marwah bangsa harus diwujudkan melalui komitmen yang berasaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Pluralisme yang ada di Sidoarjo, harus terjaga dan dijunjung tinggi,”pungkasnya (pung/cles).