Minta Jatah BLT, Ratusan Buruh Korban PHK Datangi Kantor DPRD Sidoarjo

September 7, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Siang tadi, Ratusan buruh dari berbagai perusahaan menggealar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sidoarjo.

Mereka menuntut pekerja yang terkena PHK mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah, “ Tolong kami bapak dewan, sudah 6 bulan kami dirumahkan, tidak bekerja,” kata Siti saat menyampaikan keluhanya kepada Usman, Ketua DPRD saat ditemui di Ruang Rapat DPRD Sidoarjo, Senin, 07 September 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Kusairi, Ketua Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Cabang Sidoarjo, menyampaikan bahwa, aksi unjuk rasa ini merupakan aksi kedua, setelah sebelumnya juga meggelar unjuk rasa di Pendopo Delta Wibawa.

“Saat ini, Satu satunya harapan terakhir adalah di Dewan, karena ada 500 san buruh yang terkena PHK,” jelasnya.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi dihadapan wakil rakyat itu. Salah satunya agar korban PHK mendapatkan BLT Rp 600 ribu yang saat ini tengah digelontorkan pemerintah.

“Subsidi gaji Rp 600 ribu untuk pegawai aktif dengan gaji dibawah Rp 5 juta memang bagus. Tetapi kami yang sudah tidan aktif atau korban PHK juga harus lebih diperhatikan,” pintanya

Kusairi juga mengungkapkan, selama pandemi Covid -19, para buruh memang sempat mendapat bantuan. Yakni bansos berupa sembako yang dibagikan dari sejumlah instansi pemerintahan.

“Itu hanya sekali, 6 bulan juga butuh makan terus,”jelasnya

Selain itu, perwakilan buruh juga meminta pihak DPRD mampu mengawal persoalan pesangon para buruh yang di PHK. Karena nilai pesangon sejuah buruh juga belum ada kesepakatan dengan pihak perusahaan.

Sementara, Usman Ketua DPRD Sidoarjo, saat menerima massa yang berunjukrasa menjelaskan, permintaan korban PHK untuk mendapatkan BLT sangat dimungkinkan bisa dipenuhi. “Itu memang sudah hak siapapun bagi yang memang layak untuk mendapatkan bantuan selama Covid19,” pungkasnya. (pung/cles).