Siswa dan Guru Akan Dapat Subsidi Kuota Internet, Begini Komentar Komisi D DPRD Sidoarjo

Agustus 28, 2020

 

Para siswa sedang melakukan pembelajaran dengan sistem daring..insert foto : Dhamroni chudlori ketua Komisi D DPRD Sidoarjo

(SIDOARJOterkini) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan kuota internet gratis bagi guru dan siswa serta mahasiswa dan dosen. Pemberian kuota internet gratis ini untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Subsidi kuota internet ini rencananya akan diberikan selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020.

Perinciannya, subsidi kuota internet gratis untuk siswa sebesar 35 gigabyte (GB) per bulan, untuk guru sebesar 42 GB per bulan, untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori.

Menurutnya, Jika bantuan tersebut dapat menyentuh semua lapisan siswa/i maka sangat baik sekali. Karena memang akses internet sangat Sulit terpenuhi oleh wali murid.

“Asal menjangkau semua, akan bermanfaat sekali,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat 28 Agustus 2020.

Pendapat serupa juga disampaikan Mimik Idayana, Anggota Komisi D mengatakan jika bantuan kuota itu juga belum seratus persen memecahkan masalah.

Namun, disini juga masih membutuhkan Pengawasan dari wali murid. Sebab bisa saja nanti subsidi kuota tersebut dapat disalahgunakan.

“Gak solutif juga sih. Masih bisa untuk bermain, bukan belajar. Orang tua juga belum tentu bisa selalu mengawasi,” terangnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga menambahkan, pembelajaran daring juga menghadapi masalah jaringan yang terbatas. Belum lagi siswa juga lebih sulit menangkap pelajaran melalui daring.

“Kadang orang tua yang bantu isi jawaban, padahal itukan kurang tepat,”ujarnya.

Oleh karena itu, Mimik juga lebih berharap tetap ada skema guru mendampingi siswa dengan tatap muka. Caranya dengan guru turun ke rumah rumah siswa bergantian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Siswa akan lebih nyaman jika tatap muka,” sambungnya.

Untuk membahas hal tersebut, Komisi D akan melakukan pembahasan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. (pung/cles).