Transformasi Bukopin, Manajemen Perkuat Kolaborasi Dengan KB Kookmin Bank

Agustus 23, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Setelah melalui serangkaian proses, Bank Bukopin kini memiliki pemegang saham pengendali yang baru yakni Kookmin Bank, Bank terbesar di Korea Selatan. Komposisi kepemilikan saham KB Kookmin Bank kini menjadi 33,9%, dengan aksi korporasi tersebut Bank Bukopin mendapat suntikan modal baru senilai lebih dari 830 Miliar rupiah. Aksi korporasi yang dilakukan Bank Bukopin melalui proses penawaran umum terbatas V dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dalam PUT V Kookmin Bank berhasil menyerap 2,97 Miliar lembar saham baru Bank Bukopin.

Transformasi manajemen sebagai salah satu bentuk kolaborasi Bukopin dengan Kookmin, sehingga dapat mengoptimalkan fundamental yang telah dimiliki Bukopin sejak dahulu, yaitu usaha mikro, kecil dan menengah termasuk juga koperasi.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mengataan bahwa bank terbesar di Korea Selatan tersebut merupakan bank terbesar untuk mortgage, sehingga pada masa mendatang perkembangannya di Asia akan fokus di sektor UMKM, ritel, dan micro finance. Dengan begitu porsi ritel dapat dikembangkan menjadi 80%, dan sisanya tetap dijaga di korporasi.

Seperti yang diketahui bahwa antara core bisnis Bank Bukopin dengan Kookmin memiliki kemiripan yakni pada segmen ritel.
Selain fokus pada sektor UMKM, Rivan mengatakan kerjasama antara Kookmin dan Bukopin juga dapat dilakukan untuk peningkatan layanan pada pengajuan KPR, apalagi sektor ini merupakan spesialisasi dari Kookmin. Menurutnya, dapat dilakukan percepatan dalam proses investigasi atau penilaian aset calon debitur dalam satu jam, dari data base yang dibangun sehingga pengajuan pun bisa lebih cepat prosesnya. Dengan penambahan investasi KB diberbagai aspek, transformasi manajemen dan Perseroan dapat lebih cepat, sehingga mampu melayani nasabah dengan lebih baik lagi.

“Service Level Agreement (SLA) kalau bisa 1-2 jam bisa disetujui, kemarin ketika kita coba simulasikan ternyata bisa selesai di bawah 1 jam. Kredit pensiun juga sekarang kan masih manual dan masih harus secara langsung ketemu nasabah. Nanti akan
dikolaborasikan, bisnis UMKM ini mereka biasanya adalah nasabah KPR, dan KPR-UMKM sebagian adalah pensiunan,” jelas Rivan.

Dari sisi teknologi, menurut Rivan, Kookmin telah berkomitmen melakukan sharing knowledge tidak hanya pada proses bisnis, tetapi juga pada sektor teknologi. Di Korea, Kookmin sudah sangat dikenal dengan teknologinya. One Stop Mobile App-nya sangat canggih dan tentu ini akan sangat cocok dengan kebiasaan baru masyarakat, Terang Rivan.

Nasabah Bukopin yang selama ini sangat beragam, mulai dari pensiunan, koperasi, perusahaan swasta kecil hingga besar, BUMN, hingga pemerintah. Dengan KB sebagai PSP dan kedepannya sebagai majority, keberagaman ini akan lebih ditingkatkan dengan potensi peningkatan nasabah perorangan dan badan usaha asing, sebagai bukti adanya kepercayaan baik itu dari skala nasional maupun internasional. Dengan ini, maka Bukopin dapat bertransformasi menjadi bank yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal, dengan profesionalisme banker berskala internasional.

Sementara dari sisi sumber daya manusia, tidak menutup kemungkinan akan terjadi transfer knowledge antara KB Kookmin dengan Bank Bukopin. Rivan menjelasakan akan terjadi pertukaran pengetahuan, Kookmin dengan profesionalismenya, dan Bukopin dengan kemampuan bisnis disektor ritelnya di Indonesia. Tentu ini akan menjadi kolaborasi yang luar biasa, dan hal ini memang harus dilakukan untuk bisa masuk kedalam 5 besar Bank di Indonesia, Pungkas Rivan.

Dikesempatan lain President & CEO KB Kookmin Bank, Hur Yin mengatakan niatan KB Kookmin Bank untuk menjadikan Bank Bukopin sebagai bank terbaik dan berkontribusi bagi perekonomian kedua negara. Hur Yin juga mengatakan bahwa segala kebutuhan likuiditas Bank Bukopin, Kookmin akan bertanggung jawab, Tegasnya.

PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Didirikan pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia, Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen Komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah”, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Per 31 Juli 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank (33,9%) Bosowa Corporindo (23,4%), Negara Republik Indonesia (6,37%), dan Masyarakat (termasuk Kopelindo, total kepemilikan
saham publik mencapai 36,33%). Bank Bukopin beroperasi di 24 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang
pembantu, 162 kantor kas, 9 Kantor Fungsional, 25 Payment Point, dan 834 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama. (st-12/cles)