OJK Sahkan KB Kookmin Sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin

Agustus 5, 2020

 

Rivan A. Purwantono Dirut Bank Bukopin

(SIDOARJOterkini) – Setelah dinyatakan menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin melalui hasil penutupan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat persetujuan terkait KB Kookmin Bank (KB) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin.

Melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tanggal 30 Juli 2020 yang diterima Perseroan tanggal 1 Agustus 2020, KB ditetapkan efektif menjadi PSP per 30 Juli 2020. Selain itu, induk usaha KB yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan group finansial terbesar di Korea Selatan, juga disetujui menjadi Ultimate Shareholder Bank Bukopin. Persetujuan OJK ini sebenarnya telah diprediksi oleh banyak pihak, terutama setelah penutupan PUT V Bank Bukopin tanggal 30 Juli lalu.

Pada aksi korporasi tersebut, KB Kookmin Bank menyerap seluruh haknya dan mengambil posisi sebagai stand by buyer untuk menyerap semua saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain, sehingga pasca PUT V, kepemilikan saham KB menjadi 33,9% atau terbesar diantara pemegang saham lainnya.

Keluarnya keputusan OJK ini mengesahkan berita yang beredar mengenai posisi KB Kookmin Bank menjadi PSP baru Bank Bukopin. Seperti diketahui, Bank yang Juli lalu merayakan hari jadinya yang ke- 50 tahun ini, memang sangat membutuhkan kepastian mengenai siapa yang menjadi pengendali dengan kepemilikan saham diatas 25%. Dengan adanya keputusan ini, Bank Bukopin dinilai akan semakin kuat menghadapi tantangan bisnis mengingat pengambilan keputusan dalam hal strategi akan didukung oleh PSP yang kuat. Dengan hasil PUT V ini, posisi capital adequacy ratio (CAR) Bank Bukopin naik menjadi 14%.

Sementara di kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa proyeksi kedepan, CAR ini akan naik seiring dengan realisasi dari private placement yang akan dilakukan oleh Kookmin.

“Bila hal ini dilakukan (private placement) maka posisi CAR Bukopin diprediksi ada dikisaran 16 – 17 persen.” terang Rivan.

“Oleh karena itu, kami berharap agar para pemegang saham dapat mendukung rencana penguatan modal ini dengan menyetujui rencana PMTHMETD pada RUPSLB tanggal 25 Agustus nanti, karena akan berdampak sangat baik bagi Perseroan, seluruh shareholder dan stakeholder ke depannya,” tambahnya.

Banyak pihak menilai bahwa private placement yang akan dilakukan oleh KB Kookmin Bank adalah sebuah bentuk komitmen dan keseriusan KBFG untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kisaran CAR diangka 16-17 % tersebut ekuivalen dengan kepemilikan Kookmin dikisaran 67%. Ditengah pandemi seperti ini, tentu ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik sangat baik bagi inv estor untuk berinvestasi, apalagi untuk pengembangan sektor ritel ke depannya,” papar Rivan melalui Video Conference di Jakarta kemarin.

Setelah melalui PUT V yang pelaksanaannya sukses serta mencatat minat publik yang tinggi, Bank yang baru saja diumumkan ikut masuk ke dalam Top 1.000 World Bank versi The Bankers akhirnya memiliki Pemegang Saham Pengendali dengan kepemilikan diatas 25% yang oleh banyak pihak dinilai sangat baik bagi perjalanan bisnis kedepannya.

PT Bank Bukopin Tbk (“Bank Bukopin”) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Didirikan pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia, Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP.

Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen Komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah”, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan
layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Per 30 Juli 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank (33,9%), Bosowa Corporindo (23,4%), Negara Republik Indonesia (6,37%), dan Masyarakat (termasuk Kopelindo, total kepemilikan
saham publik mencapai 36,33%). Bank Bukopin beroperasi di 24 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang
pembantu, 162 kantor kas, 9 Kantor Fungsional, 25 Payment Point, dan 834 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama. (st-12/cles)