PDAM Delta Tirta Mulai Operasikan 5 Offtake SPAM Umbulan

Juli 29, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Memasuki semester kedua tahun 2020 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo terus menggenjot pelayanan dan distribusi air minum.

Setidaknya sudah ada lima (5) offtake yang sudah dioperasikan distribusi air Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan.

Abdul Basit Lao, Pjs Direktur Utama PDAM Delta Tirta menjelaskan kelima offtake tersebut beroperasi di kecamatan Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Waru dan Buduran.

“Debit 230 liter perdetik, itu setara untuk mencukupi 15 ribu pelanggan,” Katanya saat ditemui usai hearing dengan Komisi B DPRD Sidoarjo, Selasa 28 Juli 2020.

Lebih lanjut, Basit menuturkan salah satu kendala distribusi SPAM Umbulan adalah belum tersambungnya saluran-saluran yang menjangkau ke pemukiman warga.

Karena itu, langkah pertama yang dilakukan secara bertahap adalah dengan mengoptimalkan saluran offtake tersebut.

“Kualitas air dari dari spam Umbulan sangat bagus, sehingga kami terus berupaya untuk mendistribusikan untuk semua masyarakat sidoarjo,” jelasnya.

Karena itu, secara bertahap PDAM Delta Tirta akan terus mengebut penyaluran air asal Pasuruan itu. Sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.

“Sejumlah Distributor Center (DC) yang sudah dibangun juga bakal segera dioperasikan jika infrastruktur sudah siap,” ungkapnya

Meski usai digempur pandemi covid, Basit Lao juga belum berencana untuk meningkatkan tarif retribusi air. Pertimbangan itu juga bukanlah hal yang mudah karena di PDAM Delta Tirta sendiri juga mengalami kemerosotan.

“Laba turun 50 persen, tapi kami optimis dapat meningkatkan pendapatan semester berikutnya,” pungkasnya.

Ia berharap pihaknya dapat segera menuntaskan pekerjaanya. Mulai dari mengkoneksikan saluran air ke masyarakat maupun menjaga dan meningkatkan kualitas air yang didistribusikan ke masyarakat.

Proyek SPAM Umbulan merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang dimulai sejak Gubernur Soekarwo. Proyek tersebut juga sempat di soft launching Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada akhir Desember 2019 lalu. (pung/cles)