Laboratorium Diagnostic Covid -19 Segera Dibangun di Bandara APT Pranoto Samarinda

Juni 24, 2020

 

Kepala Bandara APT. Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi bersama Konglomerat Justin Lim, Direktur Hemera International Pte Ltd dan Mr. Choi Min dari LG International Corp saat Menandatangani MoU

 

(SAMARINDAterkini) – Laboratorium Diagnostic Covid -19 mandiri segera dibangun di Bandara udara Kelas I APT. Pranoto Samarinda Kalimantan Timur. Setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kesepahaman (MoU) antara Bandar Udara APT Pranoto dengan konsorsium Hemera International Pte Ltd, perusahaan pembiayaan investasi dengan LG International Corp dan Eone Laboratories, di Hotel Aston Samarinda Selasa (23/6).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Bandara APT. Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi bersama Konglomerat Justin Lim, Direktur Hemera International Pte Ltd dan Mr. Choi Min dari LG International Corp.

Mr. Choi Min selaku Head of Indonesia Business Solution Division LG International Corp mengatakan, bahwa LG sangat mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam memutus mata rantai Covid-19. “Sebelumnya kami sudah memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia melalui BNPB. Bantuan kami disambut baik oleh pemerintah Indonesia, sampai Presiden Jokowi memberikan apresiasi. Kami merasa sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam menangani wabah Covid-19 di Indonesia,” kata pria yang sudah 24 tahun tinggal di Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi mengharapkan pembangunan Laboratorium Diagnosa Covid-19 ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda. “Kami harapkan Lab yang kami bangun bersama konsorsium Hemera International, LG International dan Eone Laboratories ini dapat membantu pemerintah dan meringankan beban masyarakat,” katanya.

Menurut Choi Min, Pembangunan Lab Diaganostic Covid-19 ini adalah upaya bersama pemerintah dan pihak swasta asing dalam penanganan wabah pandemic Covid -19. Seluruh pembiayaan pembangunan Lab tersebut akan ditanggung oleh Hemera International Pte Ltd. Sedangkan operasional Lab itu nantinya akan dilakukan secara bersama sama oleh Konsorsium Hemera dan pihak pengelola bandara.

Dalam kesempatan yang sama, Justin Lim, Director Hemera International Pte Ltd mengatakan bahwa pihak konsorsium tidak semata mata mempertimbangkan nilai bisnis dalam investasi ini, karena ada nilai kemanusiaan di dalamnya. “Kami berniat membantu Indonesia untuk mempercepat penanganan Covid-19, agar dunia bisnis bisa bergerak kembali,” ucap konglomerat asal Malaysia, yang cukup lama berbisnis di Indonesia ini.

Kehadiran Lab ini sangat dibutuhkan masyarakat, mengingat setelah penerbangan normal kembali, salah satu syarat protokol kesehatan wajib bagi penumpang adalah melakukan test PCR Covid-19. “Bandara merupakan pintu gerbang kota, kita harus jaga betul. Virus Covid 19 ini kita tidak tahu kapan berakhirnya, tapi kita tidak bisa diam melihat situasi ini. Sebagai kepala Bandara, saya sering mendapat keluhan masyarakat tentang mahalnya biaya PCR, ini sangat memprihatinkan. Saya berpikir bagaimana cara membantu dalam situasi begini, agar masyarakat tidak terbebani. Pemikiran ini mendapat angin segar ketika kami menerima penawaran dari pihak Hemera International,” tambah Dodi Dharma Cahyadi.

Menurut Dodi Dharma, mahalnya biaya test PCR, dianggap cukup membebani masyarakat yang akan bepergian. Saat ini test PCR yang dapat dilakukan di Rumah Sakit Swasta atau Lab konvensional, membutuhkan biaya yang cukup besar, lebih dari Rp. 1,5 juta bahkan Rp. 2,5 juta untuk satu spesimen.

Dengan Lab Covid-19 yang dibangun bersama pihak Bandara APT Pranoto Samarinda bersama mitra kerjanya konsorsium tiga perusahaan internasional itu nantinya akan menghadirkan test PCR dengan biaya jauh lebih murah. Selain itu, hasilnya dapat diketahui dalam waktu sekitar dua (2) jam.

Selain tarif yang jauh lebih murah, result testnya juga sangat akurat, dan dapat diketahui dengan sangat cepat, dan sangat efisien, sehingga masyarakat tidak perlu repot repot melakukan pemeriksaan sample beberapa hari sebelum berangkat, karena nantinya dapat dilakukan di bandara, pada hari keberangkatan.

Sebelum penandatanganan MOU, Pihak Bandara APT. Pranoto Samarinda, Hemera International Pte Ltd dan LG International Corp telah melakukan kunjungan kerja kepada Pemerintah Kota Samarinda, dalam rangka koordinasi pembangunan Lab test PCR tersebut. Walikota Samarinda, Bapak Syaharie Jaang menyambut baik rencana pembangunan Lab test PCR di bandar udara dan mendukung penuh upaya Bandara APT. pranoto dalam kegiatan penanganan pencegahan covid-19.

Laboratorium Covid-19 ini mampu melakukan diagnosa 4000 spesimen perhari. Lab yang dibangun ini tidak saja canggih dengan teknologi terbaik di dunia, tapi juga akan didukung dengan sistem digital paperless. Seluruh sistem yang dibangun oleh LG akan menggunakan sistem barcode yang terkoneksi dengan sistem yang ada di bandara, mulai dari check in hingga boarding pass, sehingga calon penumpang tidak perlu menunggu hasil test, karena akan dikirim dalam bentuk email dan pesan Whatsapp berisi barcode yang dapat discan di bandara keberangkatan. Sistem ini sendiri sudah diterapkan di Korea Selatan.

Setelah penandatangan MoU, persiapan teknis dan pembangunan Laboratorium akan segera dimulai dan diperkirakan akan selesai dalam 6 – 10 minggu. Seluruh equipment Lab akan datangkan dari Korea Selatan secara bertahap, begitu juga dengan tenaga ahli dan tenaga profesional laboratorist yang nantinya akan melakukan alih teknologi pada tenaga medis dan laboratorist lokal dalam waktu 2-3 minggu.

Bantuan Lab ini bukan hanya membantu pemerintah untuk mempercepat pemeriksaan spesimen di setiap daerah, tapi juga meringankan beban masyarakat dengan biaya yang jauh lebih murah dari test PCR yang ada saat ini. Konsorsium Hemera International ke depan akan menggandeng lebih banyak pihak agar dapat membangun lebih banyak Lab di beberapa bandara dan kota kota besar di Indonesia.(cles)